Demo tolak UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan Kantor DPRD Kota Pasuruan, dihujani batu hingga perusakan pos polisi. Meski begitu tidak ada korban luka baik dari polisi atau pendemo.
Ribuan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat dari Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu bergerak dari Taman Kota Pasuruan, Jalan Pahlawan menuju gedung DPRD Kota Pasuruan, Jalan Balai Kota. Saat tiba di depan gedung dewan, perwakilan elemen massa langsung melakukan orasi bergantian.
Awalnya suasana unjuk rasa berlangsung kondusif. Namun tak diketahui pemicunya, suasana tiba-tiba memanas. Botol-botol air mineral melayang di udara, terdengar suara benda pecah belah, kemudian terjadi pelemparan batu ke aparat keamanan.
Situasi semakin tak terkendali sehingga polisi menyemprotkan air dari water canon dan menembakkan gas air mata ke massa. Massa dipukul mundur dan akhirnya kocar-kacir.
Namun kericuhan tak mereda. Massa melemparkan batu-batu seukuran bola tenis ke udara. Sejumlah barrier dibakar, tempat-tempat sampah dirusak. Bahkan pos polisi yang ada di simpang 4 Jalan Balai Kota tak luput dari aksi anarki.