PR PANGANDARAN – Baru-baru ini ada usulan mengenai perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi bernama Sunda atau Tatar Sunda.
Usulan ini muncul dari beberapa tokoh yang dilatar belakangi dengan sejarah, demografi, sosiologi, dan budaya Sunda sendiri.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan pendapatnya mengenai usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat tersebut.
Baca Juga: Minta MK Tolak Gugatan Din Syamsuddin dan Amien Rais, DPR: Sesungguhnya Telah Melewati Batas Waktu
Dikatakan olehnya ada tiga budaya yang bercampur di Jawa Barat yaitu pertama Sunda Priangan, kedua Cirebonan yang bahasanya Jawa dan yang ketiga adalah Betawian.
Sehingga jika ingin mengganti nama Jawa Barat menjadi Sunda atau Tatar Sunda harus disepakati oleh warga dari ketiga wilayah tersebut.
“Dan jika tidak ada kesepakatan, maka hidup ini tidak akan maslahat sehingga saya istilahnya melihat sebuah wacana itu silakan saja tapi masih panjang perjalanannya karena harus dipahami dan disetujui oleh pihak yang merasa berbeda, kalau itu dihadirkan,” ujarnya yang dikutip oleh PikiranRakyat-Pangandaran.com dari ANTARA.
Baca Juga: Buat Heboh Warganet, Billy Syahputra dan Amanda Manopo Berpose Mesra Sambil Telanjang Dada
Dia menambahkan jika pemilihan nama Jawa Barat juga bukan karena berada di Jawa bagian paling barat, karena jika dilihat secara geografis bagian paling barat di Jawa adalah Provinsi Banten.