Viral Video Gadis Cilik Penjual Onde-onde Nangis Pamiti Kapolres Padang Panjang, Fakta Haru Terkuak
Viral video menunjukkan momen haru seorang penjual onde-onde cilik menangis menembus keramaian demi bisa pamitan dengan Kapolres di Padang Panjang.
TRIBUNMATARAM.COM - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan momen mengharukan ketika seorang penjual onde-onde cilik menangis menembus keramaian demi bisa berpamitan pada seorang Kapolres di Padang Panjang.
Dalam video yang diunggah akun @polantasindonesia tersebut,Kapolres Padang Panjang bernama AKBP Cepi Noval SIK tengah berpamitan di acara pisah sambut.
Tampak dalam video tersebut, seorang penjual onde-onde cilik dengan bakul di atas kepalanya terisak sambil menunggui AKBP Cepi Noval berpelukan dengan beberapa orang di sekitarnya.
Gadis cilik yang tampak mengenakan jilbab biru itu tak kuasa menahan tangisnya kala Cepi Noval mulai menghampirinya.
Setelah menyalami, AKBP Cepi Noval kemudian mengusah wajah sang gadis sembari sedikit menangis.
• Viral Langit Merah di Muaro Jambi, Begini Penjelasan Ahli yang Menyebut Semburan Rayleigh
• 5 Fakta Negeri di Atas Awan Gunung Luhur, Indahnya Diusulkan Jadi Geopark, Pengunjung Sesalkan 1 Hal
• Meski Jadi Anak Orang Terkaya Nomor 1 di Indonesia, Armand Wahyudi Hartono Hidup Jauh dari Kemewahan
• Fakta Tragis Kematian Pemuda Lombok Timur yang Tewas saat Ditilang, Sempat Minta Berhenti Dipukuli
"Saya minta maaf ya kalau saya banyak salah banyak dosa," ucap Cepi.
Sang gadis hanya bisa mengangguk sambil terisak menanggapi pesan tersebut.
Momen tersebut disaksikan banyak orang yang juga ikut bersedih melihat kejadian itu.
Rupanya Kapolres tersebut menjadi pelanggan setia sang gadis penjual ondeh-ondeh.
Setiap bertemu, AKBP Cepi Noval selalu memborong habis dagangannya.
Video tersebut viral di Instagram dan sudah ditonton lebih dari 13 ribu kali.
"Seorang gadis kecil penjual 'ondeh ondeh' menyeruak masuk menembus barisan polisi ditengah acara pisah sambut Kapolres Padang Panjang dari AKBP Cepi Noval SIK, kepada AKBP Sugeng Hariyadi. S.I.K., M.H., Sabtu 21 September 2019 di halaman Mapolres Padang Panjang," tulis akun tersebut.
"Entah apa yang membuat anak kecil ini berani masuk dalam kerumunan banyak orang dan menuju kehadapan Pak Cepi Noval,
"Ada air mata yang meleleh dari sudut matanya, anak ini menangis, ia sedih mendapat khabar bahwa Pak Cepi Noval akan meninggalkan Padang Panjang," tambah akun tersebut di deskripsi.
Viral Video Nenek Gendong Jenazah Cucu di Cilincing, Akhirnya Ditolong Polisi, Ini Kronologinya
Viral video nenek gendong jenazah cucunya untuk dimakamkan, akhirnya ditolong polisi Cilincing untuk diantarkan, ini kronologinya.
Lagi-lagi viral, seorang nenek menggendong jenazah cucunya di Cilincing.
Dalam sebuah video yang beredar, nenek yang belakangan diketahui bernama Dian Islamiyati (36) terlihat menggendong jenazah cucunya yang meninggal di Puskesmas Kecamatan Cilincing.
Sebuah video yang menunjukkan seorang wanita sedang berjalan sambil menggendong jenazah bayi menjadi perbincangan di media sosial.
Dalam video yang di unggah akun Instagram @polsek_cilincing_humas itu, terlihat wanita tersebut ditolong oleh petugas kepolisian.
Dalam keterangan video disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di Jalan Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara pada Selasa (17/9/2019).
Berdasarkan hasil penelusuran, wanita yang ditolong anggota kepolisian itu bernama Dian Islamiyati (36).
• Kronologi Pria Ditemukan Bersimbah Darah dengan Luka Sayat di Rel KA Jatinegara, Identitas Terungkap
• Pengobatan Alternatif yang Dilakukan Viral, Ningsih Tinampi: Awalnya Dari Suamiku Punya Selingkuhan
• Promo Terbaru Telkomsel Paket Data 20 GB Cuma Rp 100 Ribu, Berlaku 2 Hari 18-19 September 2019
• Revisi UU Segera Disahkan, DPR & Pemerintah Sepakat Permudah Pembebasan Bersyarat bagi Koruptor
Waktu itu, Dian tengah menggendong jenazah cucunya yang meninggal di Puskesmas Kecamatan Cilincing.
Dian pun menceritakan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Awalnya, anak Dian yang berinisial IAS (16) menjalani proses persalinan di Puskesmas Kecamatan Cilincing pada hari Selasa siang.
Namun proses kelahiran itu bersifat prematur karena bayi yang dikandung IAS diketahui meninggal saat berada di dalam kandungan yang baru berusia 28 minggu.
Setelah kelahiran tersebut, kata Dian, pihak puskesmas langsung memberikan surat kematian cucunya tersebut.
Dian ingin segera membawa jenazah cucunya itu untuk dimakamkan.
Pihak Puskesmas sempat menanyai dirinya bagaimana Dian akan membawa jenazah tersebut.
Ia mengatakan bahwa keponakannya sudah menjemput dirinya menggunakan sepeda motor.
Jadilah Dian dan keponakannya tersebut membawa jenazah cucunya itu menggunakan sepeda motor tersebut.
Namun naas, sepeda motor yang mereka gunakan mogok di Jalan Akses Marunda.
"Saat itu dalam keadaan macet, di perempatan KBN motor mogok karena kehabisan bensin.
Saya jalan sampai pom bensin.
Itu macet banget saya jalan pelan-pelan," kata Dian di rumahnya, Rabu (18/9/2019).
Dian yang panik lantas menggendong jenazah tersebut sambil berjalan kaki, sementara keponakannya itu disuruhnya mengisi minyak di SPBU terdekat.
Sekitar 100 meter berjalan, ia dipanggil oleh tiga orang personil kepolisian.
Polisi tersebut menanyakan mengenai jenazah bayi tertutup kain hitam yang sedang digendong Dian.
Setelah memberikan penjelasan, polisi tersebut lantas mengantarkan Dian ke kediamannya yang berada di Kampung Malaka I, RT 07/RW 12 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.
"Ya sudah terus saya diantarkan sampai ke sini, ke rumah.
Pak polisi itu juga sempat lama di sini, ngobrol-ngobrol," ucap Dian.
Sampai di rumah, Dian langsung menyegerakan pemakaman jenazah cucunya itu.
Akhirnya jenazah cucunya dikuburkan di TPU Malaka pada Selasa malam selepas ibadah shalat isya. (TribunMataram.com/ Salma Fenty)