Lifestyle 01 September 2020
Foto: tourism.pekalongankota.go.id
Sebagian besar masyarakat Indonesia mengandalkan laut sebagai penghasilan utama. Tak hanya ikan, salah satu hasil laut yang sangat melimpah adalah kupang, yakni sejenis kerang berukuran kecil.
Di Sidoarjo, tepatnya di Desa Balongdowo, terdapat sebuah tradisi unik dan masih lestari hingga saat ini. Desa Balongdowo terkenal sebagai desa penghasil kupang di Sidoarjo. Warganya kerap menggelar tradisi satu tahun sekali yang dinamakan Nyadran.
Banyak pendapat yang mengartikan kata Nyadran. Dalam Bahasa Sanskerta ‘sraddha’ berarti keyakinan. Sedangkan dalam Bahasa Jawa ‘sadran’ berarti ruwah atau syakban. Ruwah adalah nama salah satu bulan dalam kalender Jawa. Jadi yang dimaksud dengan Nyadran adalah sebuah keyakinan atau tradisi yang dilakukan saat bulan Ruwah.
Foto: pagipho.blogspot.com
Nyadran merupakan upacara adat bagi para nelayan kupang Desa Balongdowo sebagai ungkapan rasa syukur atas tangkapan hasil laut kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nyadran masuk dalam bagian dari Ruwatan atau tradisi Jawa saat memasuki bulan purnama. Para peserta meliputi nelayan dan keluarganya.
Diperlukan banyak sesajen dan sejumlah ritual untuk memperlancar jalannya acara. Prosesi utama Nyadran dilakukan saat malam hari, namun persiapan sudah harus dilakukan sejak pagi hari.
Biasanya masyarakat Balongdowo melakukan gotong-royong dalam mempersiapkan acara ini. Para nelayan akan menghias perahu yang digunakan untuk berlayar sehingga memiliki tampilan cantik. Sementara para wanita menyiapkan makanan untuk keperluan sesaji berisikan ayam panggang, nasi, dan pisang yang dimasukkan ke dalam tomblok. Mereka juga telah menyiapkan satu ayam utuh yang telah mati untuk dibawa saat berlayar.
Memasuki ba'da Maghrib, masyarakat mulai berkumpul di rumah para nelayan untuk melakukan kenduren atau makan bersama diselingi doa agar acara berjalan lancar. Saat matahari sepenuhnya telah terbenam dan arus sungai sudah tidak terlalu besar, seluruh peserta siap untuk berlayar. Perahu mengawali perjalanan Bandar Balongdowo dan akan menempuh jarak sekitar 12 km melintasi rute Klurak, Kalipecabean, Kedungpeluk, dan Kepetingan (Sawohan).
Foto: pagipho.blogspot.com
Selama berlayar, para penumpang di perahu bersorak-sorai dengan melakukan tarian, menyanyi, dan aktivitas menyenangkan lainnya. Sebagai alat bantu penerangan, setiap perahu sudah dilengkapi lampu lentera tradisional.
Begitu sampai di Kalipecabean, salah satu peserta diharuskan membuang ayam utuh yang telah disiapkan tadi. Gunanya untuk berjaga-jaga agar peserta dari anak kecil tidak kesurupan. Konon, ketika tidak dilakukan prosesi ini, seorang balita yang menjadi peserta acara Nyadran diyakini bisa mengalami kesurupan.
Usai menempuh perjalanan panjang dan telah sampai di Kepetingan (Sawohan), biasanya waktu sudah menunjukkan hampir subuh. Semua peserta turun dari perahu dan bergerak menuju makam Dewi Sekardadu untuk melakukan ziarah, doa, dan sedekah agar keselamatan dan berkah terus mengalir.
Diketahui, Dewi Sekardadu merupakan seorang dewi yang ditemukan meninggal di sekitar lokasi Desa Balongdowo. Masyarakat meyakini, sosoknya memberi keberuntungan.
Foto: instagram/@dimas_gibrut
Setelah berziarah, perahu bergerak menuju Selat Madura dan membentuk formasi lingkaran di tengah laut. Selanjutnya para nelayan dan remaja akan terjun ke laut untuk mandi dan memperagakan cara mengambil kupang. Puas bermain air, maka selesai pula rangkaian acara Nyadran di Desa Balongdowo.
Begitu matahari mulai naik, semua peserta Nyadran pulang menuju tempat pemberangkatan awal. Nantinya para peserta Nyadran disambut sorak-sorai masyarakat yang sudah menantikan kepulangan mereka dari tepian sungai.
Tags : tradisi nyadran sidoarjo
Artikel ini ditulis oleh : Tiffany Pamela Anggraeni
Food & Travel Emiko Coffee Bar Bisa Bikin Mesem-mesem
Pasti ramai di malam Minggu.
29 Mar 2021
Food & Travel Dijamin Puas Makan Burger di Burger Talk
Burgernya SpongeBob hadir di sini!
28 Mar 2021
Food & Travel Mencari Kenikmatan Kopi Sebenarnya di Kedai 27
Sebuah tempat ngopi di Sidoarjo.
28 Mar 2021
Food & Travel Penuh Spot Menarik, Yuk Berkunjung ke Alun-Alun Mojokerto
Ada miniatur Candi Tikus, Candi Brahu dan meriam perang.
01 April 2021
Food & Travel Makan Steak Pakai Gunting di Steak Gunting!
Makan steak unik cuma ada di sini!
01 April 2021
News Langkah Pemprov DKI, Zona LEZ di Kawasan Wisata Kota Tua
Mengurangi emisi dan menjadikan tempat wisata lebih baik.
01 April 2021
Food & Travel Wiexsoe Coffee, Serasa Ngopi di Rumah Sendiri
Pada dasarnya bangunannya adalah sebuah rumah.
01 April 2021
Food & Travel Ruminate Coffee and Roastery, Hadirkan Suasana Tenang untuk Berpikir
Memiliki ambiance yang pas untuk aktivitas yang butuh konsentrasi tinggi.
01 April 2021
Food & Travel The Playground Kemang, Taman Bermain Anak yang Aman
31 Maret 2021
Food & Travel Melihat Kawanan Buaya dari Dekat di Taman Buaya Indonesia Jaya
31 Maret 2021
Food & Travel Penuhi Kebutuhan Kafeinmu di Hide and Seek
Kafe yang menyediakan kopi dengan banyak rasa.
31 Maret 2021
Food & Travel Kereta Hias dan Mitos Wisata Alun-Alun Kidul Yogyakarta
Entah ada energi darimana yang menahan untuk tidak pulang dahulu.
30 Maret 2021