Pekanbaru
FPI Pekanbaru Sisiri Tempat Hiburan Saat Malam Tahun Baru, Bacakan Ulang Instruksi Walikota
Dari hasil penyisiran di lapangan, instruksi Walikota Pekanbaru dan Gubernur Riau masih banyak yang tidak mengindahkan.
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Puluhan orang dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam FPI Pekanbaru, melakukan penyisiran ke beberapa tempat hiburan malam yang buka di malam tahun baru, Senin (31/12/2018).
Penyisiran dilakukan menyusul adanya instruksi dari Walikota Pekanbaru, agar menjadikan pergantian malam tahun baru sebagai momentum untuk muhasabah dan evaluasi diri.
Kemudian tidak merayakan malam tahun baru, baik berupa hiburan maupun menyalakan kembang api/petasan, peniupan terompet dan hal-hal lain yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Dan beberapa poin lainnya yang tertuang dalam sebuah surat instruksi tentang pergantian tahun masehi di Kota Pekanbaru.
Salah satu lokasi yang disasar oleh FPI Kota Pekanbaru adalah Pujasera Sedap Malam di Jalan Kuantan.
Ketua FPI Kota Pekanbaru M. Husnie Thamrin saat dikonfirmasi Tribun menjelaskan, dari hasil penyisiran di lapangan, instruksi ini masih banyak yang tidak mengindahkan.
Baca: Instruksi Walikota Pekanbaru Malam Tahun Baru 2019, Hadiri Mabit Akbar Zikir Masjid Ar Rahman
Baca: Ratusan Umat Islam Hadiri Zikir dan Muhasabah Malam Tahun Baru 2019 di Gedung Daerah Riau
"Padahal segala kegiatan yang berbau hiburan diminta untuk tidak dilaksanakan. Kita diimbau untuk memperbanyak bermuhasabah, khususnya bagi umat islam," ucap Husnie.
Dirinya melanjutkan, pihak FPI Kota Pekanbaru sebelumnya juga sudah menyebarkan informasi soal adanya instruksi ini lewat sejumlah media.
Baik itu media sosial seperti Facebook, group WhatsApp, dan lain-lain.
FPI Pekanbaru Sisiri Tempat Hiburan
Malam Tahun Baru 2019 di Pekanbaru
Instruksi Walikota Pekanbaru Malam Tahun Baru
|Kota Pekanbaru Batal Gelar PPKM Mikro, Ini Penjelasan Wali Kota Pekanbaru Firdaus|
|Polresta Pekanbaru Sudah Gulung 9 Tersangka, Operasi Antik Lancang Kuning Digelar hingga 4 Maret|
|Sehari Sampai 5 Kali Belanja Ke Toko, Pria di Pekanbaru Ini Ternyata Mata-mata Aksi Curanmor|
|Besok, Belajar Tatap Muka Terbatas di Kota Pekanbaru Dimulai, Hanya Sejumlah Sekolah|
|Antisipasi Penumpukan, DLHK Kota Pekanbaru Tambah 15 Unit Lagi Angkutan Sampah|