Soal Menteri Jokowi, Gerindra Sodorkan Kriteria Ini
Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Diskusi ini dengan tema " Kandidat Pasangan Pilpres 2019 Kejutan Publik? ". Para pembicara mencermati tentang partai politik yang masih tarik menarik mengenai siapa yang akan menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi dan Prabowo, serta masih belum mendaftarnya para calon presiden meski waktu pendaftaran tinggal dua hari. | AKURAT.CO/Sopian
AKURAT.CO, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Ahmad Riza Patria berharap bagi calon menteri Presiden terpilih Joko Widodo di Periode 2019-2024 mendatang dapat menyoroti berbagai masalah yang ada di Indonesia, salah satunya faktor ekonomi yang harus diselesaikan oleh pemerintah.
"Siapakah calon menteri yang masuk dalam kabinet, itu sudah menjadi hak prerogratif Pak Jokowi. Kami hanya menghormati saja," kata Riza di kantor DPP Gerindra, Jl Harsono RM Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).
"Yang penting bagi kami kabinet ke depan disusun Pak Jokowi bisa menyelamatkan Indonesia dari berbagai masalah ke depan, di antara masalah ekonomi yang sudah di depan mata,"imbuhnya.
baca juga:
Menurutnya, saat ini sudah banyak pertimbangan untuk kepentingan bangsa dan negara yang mesti didahulukan. Bukan hanya kepentingan partai, apalagi kepentingan pribadi.
"Jadi semua serahkan pada hak prerogratif presiden, kami tidak mencampuri apalagi intervensi. Kami cuma berharap siapapun terpilih putra putri bangsa yang terbaik bisa membawa bangsa lebih baik lagi," ujarnya.
Meski begitu, pernyataan tersebut kata Riza bukan berarti Gerindra sudah pasti bergabung ke dalam koalisi pemerintahan. Karena, hingga saat ini Ketua Umum Gerindra yakni Prabowo Subianto belum pernah bicara soal kursi menteri.
"Sampai hari ini tidak pernah bicara soal koalisi, kita tidak bicara soal jabatan menteri apapun itu. Jadi sekali lagi kami sampaikan, apa yang dilakukan bapak Prabowo sebagai bentuk ketokohan, kebijakan, kebijaksanaan, dan segenap negarawan beliau sehingga bersedia bertemu dengan pak Jokowi dan Bu Megawati,"pungkasnya.[]