JawaPos.com – Masih ingatkah dengan Gloria Natapraja Hamel?. Ya, gadis cantik ini sempat menjadi buah bibir pada Agustus 2017 lalu. Namanya menjadi buah bibir karena digugurkan menjadi anggota Paskibraka di menit terakhir, lantaran dia bukanlah warga negara Indonesia (WNI).
Namun akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan Gloria tetap masuk sebagai bagian dari Tim Bima yang akan membawa bendera pusaka Merah Putih turun pukul 17.00 WIB.
Lantas di Hari Sumpah Pemuda ini, apa maknanya bagi perempuan 17 tahun ini. Menurutnya Sumpah Pemuda adalah suatu berkorbarnya dedikasi tinggi kecintaan kepada Indonesia.
“Sumpah pemuda berdasar dari bentuk ungkapan, rasa cinta seseorang terhadap bangsanya,” ujar Gloria kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Menurut perempuan kelahiran 1 Januari 2000 ini, para anak muda tidak perlu repot untuk membuktikan kecintaan terhadap Indonesia. Cukup hanya menerapkan rasa cinta bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi tidak perlu besar untuk suatu perwujudan cinta. Yang penting ketulusannnya. Misalnya menaati lalu lintas pun sudah menjadi bagian realisasi cinta tanah air,” katanya.
Sehingga menurut dia, Sumpah Pemuda bukan hanya apa yang diucapkan. Melainkan apa yang dibuktikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Gloria yang saat ini menjadi Duta Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) ini memiliki tujuan mulia. Yakni ingin terus menimba ilmu, sehingga bisa membantu Indonesia dalam mewujudkan kecerdasan kehidupan bangsa.
“Berhubung saya masih sekolah, saya menimba ilmu dengan tulus untuk mencapai salah satu cita-cita Indonesia,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, di momentum Hari Sumpah Pemuda ini, Gloria memiliki pesan khusus. Yakni salah satunya adalah mengajak para pemuda untuk berkontribusi terhadap bangsa Indonesia. Berikut ini pesan Gloria.
“Kini saatnya tak hanya bibir yang bersumpah, maupun cinta lawas yang tidak disampaikan. Dengan segala riuh rasa, selera, citra yang berbeda”
“Tunjukanlah hai pemuda. Kini saatnya, aku, kamu, dia, kalian, mereka dan menjadi kita, kita telah bersumpah sebagai bangsa satu”
“Mari berpegangan tangan menggelut asa, berbakti pada tanah air, atas nama cinta dan tanggung jawab demi masa depan bangsa Indonesia”
“Sebagaimana yang sudah diperjuangkan, jangan sampai hanya jadi kenangan dalam ukiran sejarah”.