Penipuan online penis biawak terbongkar
Tim investigasi gabungan dari Inggris dan India mengatakan telah membongkar 'penipuan internasional' yang menjual penis-penis biawak.
Tim investigasi gabungan Inggris-India telah membongkar 'penipuan internasional' terkait bisnis penjualan penis-penis biawak yang dikeringkan dan diklaim sebagai akar tanaman tantra.
Akar bernama hatha jodhi itu diyakini sebagian orang membawa keberuntungan dan kebahagiaan karena menyerupai dua tangan yang melipat seperti berdoa.
Sebuah pernyataan dari World Animal Protection menyebutkan bahwa otoritas penanganan satwa liar India melakukan penggerebekan di beberapa negara bagian dan menyita sampel-sampel penis biawak itu.
Akar-akar "palsu" itu dijual secara online.
- Meningkat, penyelundupan gading oleh warga Cina dan Vietnam
- Penyelundupan puluhan penyu digagalkan di Bali
- Cegah penyelundupan satwa, polisi perketat pemeriksaan
Sebagian besar pelanggan tampaknya berasal dari orang-orang Asia yang bermukim di Inggris, beberapa bagian di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, kata World Animal Protection.
Penggerebekan yang dilakukan baru-baru ini di Negara Bagian Orissa, India timur, menemukan berbagai penis biawak Bengal dan Yellow Monitor yang sudah dikeringkan. Penis-penis biawak itu kemudian disita dari sebuah rumah di Kota Bhubaneswar.
Seorang anggota tim investigasi India mengatakan bahwa perdagangan ilegal menjadi perhatian utama bagi kelangsungan hidup spesies biawak yang ada, karena biawak-biawak jenis Bengal dan Yellow Monitor dilindungi oleh undang-undang India dan internasional.
Kisah siswi Nigeria yang diculik pada tengah malam, dibawa ke hutan, dan disuruh tinggal di dalam gua
Covid-19: Italia blokir pengiriman vaksin AstraZeneca ke Australia, apa yang terjadi?
Mahkamah Pidana Internasional selidiki dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina, Israel menolak
Kejahatan kebencian terhadap orang Asia-Amerika di AS meningkat: Dari penghinaan hingga pembunuhan
Tuduhan Pemerkosaan di Gedung Parlemen: Bagaimana skandal ini mengguncang politik Australia?