Tahukah Anda bahwa sang anak lebih sehat jika hubungannya dengan orangtua baik-baik saja? Memang hubungan orangtua dan anak bisa diibaratkan sebagai hubungan yang panas-dingin. Kesalahpahaman kecil tidak jarang menjadi sumber terjadinya pertengkaran, terutama ketika di antara keduanya memiliki pendapat yang berbeda tentang suatu hal. Biasanya, orangtua cenderung melindungi anak dengan cara yang kurang bisa dipahami atau diterima oleh anak. Akibatnya, anak merasa tidak diberikan kebebasan atau selalu dilarang dan akhirnya timbul perselisihan.
Atau, anak sering kali kesulitan untuk berbicara tentang apa yang mereka inginkan tanpa mengecewakan orangtua, dan mereka akan merasa kesal jika orang tua tidak memahami apa yang mereka inginkan. Namun, apapun konflik yang terjadi, semua orangtua pasti selalu mengharapkan agar anak mereka tumbuh sehat sampai dewasa. Hanya saja, mereka sering kali lupa bahwa pertumbuhan fisik saja tidak cukup untuk membuat anak lebih sehat. Orangtua juga perlu memperhatikan perkembangan emosi anak.
Anak Lebih Sehat Jika Dekat dengan Orangtuanya Merupakan Sebuah Fakta dari Hasil Penelitian
Seberapa penting hubungan baik dengan orangtua terhadap kesehatan anak? Sangat penting. Dikutip dari Kompas, hal ini telah dibuktikan oleh beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa hubungan antara anak dan orangtua yang baik dapat menentukan kondisi kesehatan anak di masa depan. Penelitian yang dilakukan di Universitas Baylor menunjukkan bahwa anak akan lebih sehat jika tumbuh di lingkungan rumah yang hangat.
Beberapa studi penelitian yang dikutip melalui Science Daily juga menyebutkan bahwa anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik pada status sosial ekonomi yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan, pada keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi, anak bisa mendapatkan nutrisi yang baik, lingkungan yang sehat, dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Hanya saja, sebaik apa pun fasilitas yang ada, keinginan anak untuk makan, tidur dan beraktivitas rutin dengan baik bisa sangat ditentukan oleh hubungannya dengan orangtua.
Jika hubungan di antara keduanya tidak baik, dipenuhi dengan ketegangan atau kekerasan, maka anak cenderung memiliki suasana makan yang buruk. Anak akan cenderung makan makanan yang membuatnya lebih bahagia, misalkan makan makanan manis, tinggi lemak, atau makanan ringan yang mereka sukai. Bahkan, aktivitas tidur atau lainnya juga bisa terganggu, karena hubungan yang kurang baik membuat mereka tidak bersemangat dalam menjalankan kehidupan yang sehat atau teratur.