JAKPUSNEWS.com - Update per Kamis, 18 Maret 2021, Topps melalui akun Twitter-nya telah memberikan klarifikasi kemarin namun tak menampilkan permintaan maaf yang benar untuk penggemar atas rasisme BTS yang mereka buat.
Salah satu jurnalis dunia berdarah Asia-Amerika seperti Jae-Ha Kim menuturkan bahwa dia dan mereka yang terlibat mendukung BTS tidak menerima permintaan maaf seperti itu.
Tak sedikit juga yang masih mempertanyakan mengapa mereka hanya membuat BTS yang seperti 'sampah' dan artis lainnya seperti diagung-agungkan.
Baca Juga: Kasus Anti-Asia Lagi, Perusahaan Topps Dikecam Akibat Buat Ilustrasi Rasis BTS
Apology not accepted. At a time when hate crimes against Asian Americans and Asians worldwide is alarming, @Topps was so tone deaf they thought it'd be cute to release a set of garbage BTS cards that depicted them as bloodied & beaten. Dehumanizing a very real group is dangerous. https://t.co/cjOLw0gAt2— Jae-Ha Kim 김재하 (@GoAwayWithJae) March 17, 2021
Perusahaan manufaktur Topps membuat karikatur 'BTS Bruisers' bertema Garbage Pail Kids Shammy Awards dikecam karena penggambaran kekerasan di tengah 'kejahatan kebencian anti-Asia', Rabu 17 Maret 2021.
BTS digambarkan dengan wajah memar dalam permainan Whack-A-Mole di mana piala Grammy Award sebagai palu yang membuat wajah mereka babak belur olehnya.
2021 Topps Garbage Pail Kids: The Shammy Awards saat ini mendapat kecaman ARMY karena penggambaran kekerasan BTS dalam koleksi baru mereka.
Baca Juga: BTS Juga Orang Asia Jadi Sasaran Rasisme dan Xenofobia Penyiar Radio Jerman
Dengan kejadian ini, tagar #StopAsianHate dan #RacismIsNotComedy bergaung oleh seluruh warga Asia di dunia sejalan dengan kejadian tragis penembakan tiga spa di Atlanta, Amerika Serikat.
Terkait perilaku rasis ilustrasi Topps, beberapa ARMY mengklaim bahwa penggambaran BTS dengan "memar" adalah indikasi dari perlakuan tidak adil yang mereka terima dari Recording Academy.