Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 11:59 WIB
Ma'ruf Amin sudah lama usulkan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir ke Jokowi. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Bandung, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengaku telah mengusulkan pada Presiden Joko Widodo agar segera membebaskan terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir sejak awal 2018. Hanya saja usulannya saat itu tak langsung diterima lantaran pertimbangan teknis.
"Saya memang pernah mengusulkan. Cuma waktu itu secara teknis bagaimana? Tadinya akan ditempuh grasi, tapi keluarganya tidak mau sehingga sulit dibebaskan," ujar Ma'ruf saat ditemui di Pondok Pesantren Riyadul Huda, Kabupaten Bandung Barat, Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/1).
Jokowi akhirnya mengutus pengacara Yusril Ihza Mahendra untuk membebaskan Ba'asyir dalam waktu dekat. Alasan kemanusiaan disebut menjadi alasan utama pembebasan itu.
Lihat juga: Menteri Agama Ajak Masyarakat Maafkan Abu Bakar Ba'asyir
"Sekarang sudah ditemukan alasannya yaitu demi kemanusiaan. Saya bersyukur sekali itu," Ma'ruf melanjutkan.
Ulama yang pernah menjadi Ketua MUI itu mengatakan, usia Ba'asyir terbilang sudah uzur sehingga mestinya mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia ini segera dibebaskan.
"Memang saya bilang beliau sudah tua, sudah uzur kan seharusnya memang bisa dibebaskan," ucap Ma'ruf.
Sementara itu juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menampik tudingan sejumlah pihak yang menyebut pembebasan Ba'asyir bersifat politis. Ace menegaskan bahwa itu murni karena alasan kemanusiaan.
Lihat juga: Ba'asyir Bebas, Yusril Ungkap Negosiasi Alot soal Pancasila
"Pilihan kebijakan untuk membebaskan Ba'asyir semata aspek kemanusiaan tanpa meninggalkan aspek hukumnya," ucap Ace.
Politikus Golkar ini mengatakan, putusan Jokowi membebaskan Ba'asyir telah melalui pertimbangan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pihak Kemenkumham, termasuk Yusril. (pris/rsa)
Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Jokowi Bebaskan Abu Bakar Baasyir”
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Peneliti Militer Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Muhammad Haripin menilai pemesanan senjata untuk Komcad mesti dibarengi dengan sejumlah perbaikan.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER