CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 07:51 WIB
Ahmad Riza Patria, Politikus Partai Gerindra, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut ada kelompok yang berupaya menghalang-halangi agenda Reuni 212. Menurutnya, hal itu tidak bijak dalam era demokrasi.
Namun ia tak merinci kubu sebelah yang dimaksudnyaitu.
Riza mengaku mendapat laporan dari Panitia Reuni 212 bahwa massa dari beberapa daerah dihambat menuju ke Jakarta. Misalnya, ada Perusahaan Otobus (PO) yang membatalkan pesanan massa 212.
"Kubu sebelah ini terlalu berlebihan. Aparat juga. Tidak bijak. Tidak baik, tidak demokratis. Cara cara begini sudah lebih dari Orde Baru," kata Riza saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Riza menegaskan bahwa saat ini berbeda dengan era Orde Baru. Dia menilai tidak pantas jika ada kelompok yang dihambat ketika ingin berserikat, berkumpul, dan mengutarakan pendapat.
Lihat juga: KAI Bantah Batalkan Tiket 40 Peserta Reuni 212 dari Jatim
Terlebih, menurut Riza, saat ini adalah era keterbukaan demokrasi dan UUD 1945 menjamin kebebasan untuk berserikat dan berkumpul setiap warga negara. Termasuk kalangan Alumni 212.
"Incumbent katanya berhasil. Katanya sukses. Katanya kepuasan publik tinggi. Katanya elektabilitasnya tinggi. Tapi kok takutnya berlebihan," tutur Riza.
Riza lantas menyinggung beberapa contoh kegiatan yang pernah dilaksanakan Persaudaraan Alumni 211. Misalnya Aksi Bela Islam 212 itu sendiri dan Aksi Bela Islam 411.
Lihat juga: Reuni Aksi 212 Dinilai untuk Kepentingan Politik
Diamengatakan beberapa kegiatan itu terbukti berjalan dengan damai dan tertib. Menurut Riza, justru pemerintah sebaiknya mendukung agar alam demokrasi terbangun dengan sehat.
"Harusnya pemerintah mendukung supaya demokrasi terbangun secara sehat. Bisa tertib bisa damai," ucap Riza.
Sebelumnya, pihak alumni 212 juga sempat mengklaim sejumlah rombongannya dihambat menuju ke Jakartasaat hendak menggunakan kertaapi. Namun, PT KAI membantahnya.
Lihat juga: Polisi Belum Terima Pemberitahuan Reuni Aksi 212 di Monas
(bmw/arh)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menilai elektabilitas Prabowo masih lebih rendah dibanding Jokowi tiga tahun jelang Pilpres 2019.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER