Kepala komisi yang dibentuk oleh gereja Katolik, Jean-Marc Sauve, mengatakan bahwa perkiraan sebelumnya pada Juni tahun lalu yang mencapai 3.000 korban tentu saja terlalu rendah.
"Ada kemungkinan jumlahnya setidaknya 10.000," tambahnya pada konferensi pers di mana dia menyampaikan pembaruan tentang kerja komisi seperti dikutip dari France24, Rabu (3/3/2021).
Baca Juga:
- Pekanbaru Gempar, Mekanik Ini Terangsang Lalu Onani di Depan Ibu Muda Seksi
- Profesor Prancis Tuding Filsuf Michel Foucault Seorang Pedofil
- Serangan Udara Prancis Hantam Pesta Pernikahan di Mali, 19 Warga Sipil Tewas
Saluran hotline yang disiapkan pada Juni 2019 bagi para korban dan saksi untuk melaporkan pelecehan telah menerima 6.500 panggilan telepon dalam 17 bulan pertama operasi.
"Pertanyaan besar bagi kami adalah 'berapa banyak korban yang datang'? Apakah 25 persen? 10 persen, 5 persen atau kurang?," kata Sauve kepada wartawan.
Konferensi Waligereja Prancis setuju pada November 2018 untuk membentuk komisi tersebut setelah skandal pelecehan anak dalam jumlah besar dan berulang mengguncang Gereja Katolik di dalam dan luar negeri.
Baca juga: Duel dengan Buronan di Kamar Mandi Gereja, Pastor Ini Terbunuh Pistolnya Sendiri