Natalia Santi, CNN Indonesia | Jumat, 16/02/2018 21:10 WIB
Warga Arab Saudi merayakan Hari Valentine setelah fatwa ulama yang menyebut perayaan itu tak haram beredar di Twitter. ( AFP PHOTO/Fayez Nureldine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Arab Saudi merayakan Hari Valentine tanpa takut ditahan polisi syariah setelah fatwa yang mengizinkan perayaan tersebut beredar lewat akun Twitter.
Menurut kabar yang dilansir situs berita Arab News, Kamis (15/2), toko-toko bunga dan toko-toko hadiah membuka pintu lebarlebar tanpa gangguan atau penyitaan dari polisi syariah, yang sebelumnya melarang toko bunga buka pada Hari Valentine.
Seorang ulama Arab Saudi menyatakan perayaan Hari Valentina tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Pernyataan itu berlawanan dengan posisi garis keras yang diterapkan selama ini oleh polisi syariah Arab Saudi.
Lihat juga: MUI Dukung Kepala Daerah Larang Perayaan Valentine
Sheik Ahmad Al-Ghamdi, mantan kepala polisi syariah Mekkah dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Arab News menyatakan umat muslim dapat merayakan kasih sayang pada 14 Februari.
"Merayakan Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam sama seperti Hari Nasional dan Hari Ibu," kata Al-Ghamdi dalam wawancara dengan Arab News yang juga dilansir kantor berita Reuters.
Pada 13 Februari, Dar Al-Ifta Al-Misriya atau Dewan Dekrit Keagamaan Mesir Ahmed Mamdouh mengeluarkan fatwa yang mengizinkan perayaan dan bertukar hadiah di Hari Valentine. "Tidak ada salahnya menetapkan satu hari untuk menunjukkan rasa cinta satu sama lain."
Mufti Agung Tunisia Othman Battikh juga membantah klaim bahwa Hari Valentine semata-mata tradisi Kristiani.
"Apapun yang membuat orang makin dekat adalah hal yang baik," kata dia sambil menambahkan bahwa umat muslim bisa merayakannya tanpa meninggalkan ajaran Islam.
Lihat juga: Dengar Azan, Wasit Inggris Hentikan Pertandingan
Mohammed Al-Shahat Al-Jundi, anggota Pusat Riset Islam mengatakan bahwa perayaan tersebut membantu "menjaga hubungan kekeluargaan."
Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman, mendorong Arab Saudi lebih moderat untuk memodernisasi kerajaan. Dia melonggarkan sejumlah batasan-batasan sosial.
Selain mengurangi peran polisi syariah, sejumlah perubahan lain seperti mengizinkan perempuan mengemudi, menonton sepak bola di stadion, menonton film, konser publik menjadi rangkaian reformasi yang dilakukan Pangeran Mohammed.
Di masa lalu, Hari Valentine selalu diwarnai dengan razia polisi syariah dan larangan penjualan barang-barang yang terkait dengan perayaan Hari Kasih Sayang. Namun sejak tahun lalu, berbagai langkah tersebut dicabut.
Toko-toko menjual mawar merah dan buket bunga tanpa masalah. "Saya tidak mengira seperti ini," kata seorang penjual bunga sambil tertawa. "ini tidak seperti tahun-tahun lalu, orang-orang dengan nyaman membeli (bunga mawar merah)."
Lihat juga: Kini, Wanita Saudi Boleh Menonton Sepak Bola di Stadion
Sheikh Al-Ghamdi telah lama dikenal sebagai ulama yang berpandangan liberal. Pada 2009, dia mempublikasikan tulisan yang mempertanyakan legalitas segregasi gender dalam Islam.
Dia pun dipecat dari jabatannya, namun keputusan itu segera dicabut. Pada 2010, dia menyatakan bahwa menurutnya tidak ada yang salah bagi wanita untuk mengemudi. Al-Ghamdi pun mengundurkan diri tak lama kemudian.
Dia kembali memicu kontroversi pada 2014 saat menyatakan bahwa meski perempuan harus berpakaian sopan, tapi tak perlu menutup seluruh wajah. Al-Ghamdi pun tampil di televisi bersama istrinya, yang mengenakan abaya hitam, pakaian tradisional Arab Saudi beserta jilbab, tapi tanpa cadar, sehingga raut wajahnya terlihat.
[Gambas:Video CNN]
(kid)
Pemerintah Arab Saudi pun kini telah membolehkan para perempuan untuk hadir di Stadion Sepak Bola menyaksikan langsung pertandingan. (AFP PHOTO / Fayez Nureldine)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
SAAT INI
Polda Bali tetap memberikan pelayanan normal kepada warga namun akses keluar masuk kantor kepolisian akan diperketat.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER