Posted by: Rivandi Pranandita Putra (31/ 10/ 2017)
(Sumber gambar: http://www.eemvogels.nl)
WAGENINGEN, BELANDA – Setiap tanggal 31 Oktober, dunia merayakan Halloween. Seperti yang kita tahu, Halloween merupakan festival perayaan dengan kostum seram (hantu). Pada hari ini, orang akan berlomba-lomba megenakan kostum seserem mungkin, menyerupai drakula atau Frankenstein, dan hantu lainnya. Awalnya, budaya ini berasal dari bangsa Celtic, nenek moyang bangsa Eropa. Namun, karena bangsa Eropa suka berkelana, budaya ini lalu ikut menyebar dan berkembang hingga ke benua-benua lain seperti Amerika dan Australia.
Ada beberapa fakta dan mitos yang beredar di masyarakat mengenai perayaan Halloween. Mari kita lihat satu per satu.
Fakta
- Halloween telah dirayakan lebih dari 2000 tahun yang lalu.
- Negara-negara yang merayakan Halloween adalah Kanada, Irlandia, Selandia Baru, Britania Raya, Jepang, Bahama, Amerika Serikat, Swedia dan negara-negara Amerika Latin.
- Sekitar 85% warga di Amerika Serikat merayakan Halloween.
- Konsumsi gula pada perayaan halloween jauh lebih besar dari pada natal dan valentine.
- Anak-anak berkeliling ke rumah-rumah tetangga sambil mengucapkan “Trick or Treat“. Dalam bahasa Indonesia, kalimat itu berarti ” Beri kami coklat atau kami jahili”. Saat ini, anak-anak dibebaskan untuk menjahili rumah orang-orang yang dianggap pelit. Biasanya mereka menghiasi pohon “si pelit” dengan tisu toilet.
Mitos
- Konon kabarnya, melihat laba-laba di malam Halloween berarti arwah orang yang kita sayangi sedang mengawasi.
- Membunyikan bel di malam hari dapat mengusir roh jahat.
- Ketakutan pada malam halloween disebut dengan Samhainphobia.