Makam Juang Mandor kini menjadi area pemakaman para pejuang Kalimantan Barat yang melawan pendudukan Jepang. Makam Juang Mandor menjadi saksi bisu atas terjadinya tragedi Mandor Berdarah.
Peristiwa ini terjadi dalam rentang September 1943 hingga awal 1944. Harian Borneo Shinbun pada 1 Juli 1944 menulis, tentara Jepang sudah menangkap sekitar 21.037 orang yang dicurigai oleh Jepang akan melakukan pemberontakan.