Tsunami tahun 2004 yang dipicu gempa Aceh dan melanda sejumlah negara di Samudra Hindia dengan lebih 230.000 korban tewas masih terpateri dalam ingatan. Bencana dahsyat semacam itu hingga kini tetap menjadi ancaman bencana maut bagi negara-negara yang berada di zona kegempaan tersebut.
Menarik pelajaran dari bencana maut 12 tahun silam, kemudian dibangun beberapa pusat peringatan dini tsunami. Sedikitnya ada tiga provider peringatan dini tsunami yang aktif meliput aktivitas kegempaan di kawasan Samudra Hindia, yakni di BMKG Indonesia, INCOIS di India dan BOM dia Australia.
Jaringan peringatan dini tsunami ini bisa mengirim pesan akurat dalam waktu hanya 5 menit ke seluruh jejaring yang terhubung. Tapi dalam prakteknya, masih terdapat kelambatan antisipasi di lembaga-lembaga pemerintahan daerah dan di kelompok masyarakat.
Latihan serempak 24 negara
Sebagai antisipasi dari berbagai kelemahan dan kendala itu, 24 negara serempak menggelar latihan antisipasi tsunami IOWaves. Selain Indonia, India, Thailand dan Sri Lanka yang menjadi korban utama hantaman tsunami 2004, juga Australia, Iran, Bangladesh, Comoro, Reunion Perancis, Mauritius, Mozambik, Afrika Selatan, Timor Leste, Tanzania dan Yaman ikut serta dalam latihan itu. Lebih 7000 petugas manajamen bencana dari 24 negara dan PBB terlibat dalam pelatihan.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Paling parah
Provinsi Aceh di utara Pulau Sumatra adalah kawasan terparah yang dilanda tsunami. Sedikitnya 130.000 orang tewas di kawasan ini saja. Gambar ini diambil 8 Januari 2005 di Banda Aceh, dua minggu setelah amukan tsunami.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Rekonstruksi
Sepuluh tahun kemudian, Banda Aceh bangkit kembali. Jalan-jalan, jembatan, pelabuhan sudah dibangun lagi. Bank Dunia menyebut Aceh sebagai "upaya pembangunan kembali yang paling berhasil". Gambar ibukota provinsi Aceh ini dbuat Desember 2014.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Pengungsi
Setelah diguncang gempa berkekuatan 9,1 skala Richter dan diterjang gelombang raksasa yang tingginya lebih sepuluh meter, banyak penduduk Aceh jadi pengungsi. Di seluruh Asia Tenggara, 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal. Gambar ini menunjukkan penduduk yang melihat puing-puing rumahnya beberapa hari setelah bencana tsunami.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Dibangun kembali
Bencana tsunami Natal 2004 mengundang perhatian besar warga dunia yang ramai-ramai memberikan bantuan. Banyak bangunan yang akhirnya diperbaiki, banyak kawasan yang berhasil dibangun kembali. Gambar ini dibuat Desember 2014 di Lampulo, Banda Aceh. "Kapal di atas rumah" jadi peringatan tentang peristiwa mengerikan itu.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Kehancuran di sekitar Masjid
Gelombang raksasa yang melanda Aceh menewaskan lebih dari 100 ribu orang dan mengakibatkan kerusakan parah. Gambar ini dibuat Januari 2005 dan menunjukkan kawasan Lampuuk di Banda Aceh yang hancur, kecuali Masjid yang bertahan dari terjangan air.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Sepuluh tahun kemudian
Masjid di Lampuuk dipugar dan kawasan sekitarnya dibenahi. Rumah-rumah penduduk dibangun kembali di sekitar Masjid. Gambar ini diambil sepuluh tahun setelah kehancuran akibat tsunami.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Gempa bumi hebat
Sebelum tsunami muncul, gempa hebat mengguncang kawasan utara Sumatra, 26 Desember 2004. Gempa itu memicu munculnya gelombang raksasa yang mencapai sedikitnya 11 negara, termasuk Australia dan Tanzania. Gambar ini menunjukkan kerusakan di Banda Aceh.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Dibangun lebih baik setelah perdamaian
Bantuan internasional yang berdatangan ke Aceh membuka peluang bagi masyarakat membangun kembali kawasannya dengan lebih baik. Tahun 2005, perundingan antara pemerintah Indonesia dan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menghasilkan kesepakatan damai, setelah ada mediasi dari Eropa.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Pemandangan mengerikan
Jurnalis AS Kira Kay menuliskan pengalamannya ketika tiba di Banda Aceh setelah tsunami: "Mayat-mayat bergelimpangan, terkubur di bawah reruntuhan. Lalu mayat-mayat itu diangkut dengan truk ke lokasi penguburan massal. Bau mayat menyengat". Gambar ini menunjukkan suasana Masjid Raya di Banda Aceh setelah tsunami.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Masjid Raya
Suasana Masjid Raya sekarang. Aceh kini menikmati status sebagai daerah otonomi khusus, dengan wewenang luas melakukan pemerintahan sendiri. Berdasarkan kewenangan itu, Aceh kini menyebut dirinya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan memberlakukan Syariat Islam.
Penulis: Gabriel Domínguez
Pelatihan antisipasi bencana tsunami, menurut kepala informasi kegempaan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Iman Fatchurohman, mencakup kesiapan negara, mengurangi korban tewas akibat bencana, kerugian ekonomi dan kerusakan infrastruktur strategis penting. Iman menambahkan, dengan mengikuti prosedur standar, BMKG bisa mengirimn peringatan dini tsunami hanya dalam tempo 5 menit setelah terjadinya gempa.
"Kendalanya adalah komunikasi diantara lembaga yang terhubung dalam jejaring serta kesiapan masyarakat. Untuk mengatasi hambatan, kami perlu melakukan sosialisasi lebih mendalam lagi," ujar Iman.
Lembaga PBB untuk reduksi risiko bencana UNISDR juga terus memonitor aktivitas kerja di pusat peringatan dini tsunami di India dan Indonesia. Terutama diamati bagaimana para petugas manajemen bencana mengorganisir tugasnya serta respon lembaga terhadap potensi bencana.
-
Gempa Paling Mematikan di Abad-21
Port au Prince, Haiti
Sedikitnya 320.000 tewas, 300.000 lainya cedera akibat gempa berkekuatan 7,3 pada skala Richter yang mengguncang Haiti 12 Januari 2010, dengan episentrum sekitar 25 km di barat ibukota Port au Prince. Bencana kemanusiaan di Haiti berlarut akibat sangat buruknya manajemen krisis dari pemerintah serta penjarahan brutal oleh warga yang selamat dan mengalami kelaparan.
-
Gempa Paling Mematikan di Abad-21
Aceh, Indonesia
Sekitar 230.000 orang di 14 negara tewas akibat tsunami dahsyat yang melanda Samudra Hindia, 26 Desember 2004. Tsunami dipicu gempa berkekuatan 9,1 pada skala Richter, yang episentrumnya berada Samudra Hindia, sekitar 85 km di barat laut Banda Aceh. Jakarta mengklaim, korban terbanyak sekitar 165.000 orang berasal dari Indonesia mayoritasnya dari Banda Aceh.
-
Gempa Paling Mematikan di Abad-21
Sichuan, Cina
Hampir 90.000 orang tewas akibat gempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter yang mengguncang Sichuan di Cina, pada 12 Mei 2008. Lebih dari lima juta bangunan runtuh. Korban kebanyakan tewas tertimpa bangunan yang runtuh, karena pembangunannya tidak mematuhi standar keamanan. Lebih dari lima juta warga Sichuan jadi tunawisma karena rumahnya hancur.
-
Gempa Paling Mematikan di Abad-21
Kashmir, Pakistan
Lebih 84.000 orang tewas akibat gempa berkekuatan 7,6 pada skala Richter yang melanda kawasan Kashmir Pakistan di pegunungan Himalaya, 8 Oktober 2005. Episentrum gempa terletak di sekitar kota Muzaffarabad. Juga dilaporkan 1.300 korban tewas di kawasan Kashmir India, dan puluhan tewas di Afghanistan.
-
Gempa Paling Mematikan di Abad-21
Bam, Iran
Lebih 40.000 orang tewas dan 30.000 cedera akibat gempa berkekuatan 6,6 pada skala Richter yang melanda provinsi Bam di Iran, pada 26 Desember 2003. Sekitar 70 persen kawasan kota termasuk bangunan bersejarah terbuat dari lempung juga hancur total. Kebanyakan korban tewas akibat tertimbun bangunan yang runtuh.
-
Gempa Paling Mematikan di Abad-21
Fukushima, Jepang
21.000 tewas dan lebih 4.000 dinyatakan hilang, akibat tsunami yang melanda Fukushima 11 Maret 2011. Pemicunya adalah gempa dahsyat berkekuatan 9.0 pada skala Richter dengan episentrum di kawasan laut di timur kepulauan Honshu. Bencana gempa dan tsunami juga diikuti bencana atom, akibat meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir Daiichi di Fukushima.
-
Gempa Paling Mematikan di Abad-21
Gujarat, India
Lebih dari 20.000 tewas akibat gempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter, yang mengguncang negara bagian Gujarat di India, 26 Januari 2001, bertepatan dengan peringatan Republic Day ke-52. Ini gempa dahsyat pertama di abad ke-21 dengan korban tewas cukup banyak.
-
Gempa Paling Mematikan di Abad-21
Kathmandu, Nepal
Dikhawatirkan hingga 10.000 orang tewas akibat gempa berkekuatan 7.9 pada skala Richter dengan episentrum 80 km di barat ibukota Kathmandu, yang mengguncang Nepal 25 April 2015. Gempa juga memicu longsor salju (avalanche) yang menewaskan 250 warga dan puluhan pendaki gunung di Himalaya. Sejauh ini dikonfirmasi lebih 7.300 tewas, namun banyak warga Yang masih dinyatakan hilang..
-
Gempa Paling Mematikan di Abad-21
Yogyakarta Indonesia
Sekitar 5.800 tewas dan 36.000 cedera akibat gempa berkekuatan 6,3 pada skala Richter yang melanda Yogyakarta, 26 Mei 2006. Episentrum gempa dangkal ini berada di Samudra Hindia, sekitar 22 kilometer di tenggara Yogyakarta. Lebih 1.350 ribu bangunan hancur dan 1,5 juta orang jadi tunawisma.
Penulis: Agus Setiawan
as/yf(rtrtv)