Ray Indra Nugraha Saat itu saya melihat orang yg terburuk, sekaligus termulia. Saat itu saya tinggal di Gajah Mada, dan toko2 di jalan habis dijarah. Tapi saat diajak untuk menjarah, masih ada orang2 yg berkata tegas, "tidak, itu dosa.". Sorenya kantor istri saya diserang... di tengah teriakan bunuh Cina bakar Cina, supir bajay yg ditumpangi istri menyuruh menunduk lalu menutupi istri dgn plastik dan berkata "Apapun yg terjadi encik jangan turun" lalu ia menerobos kerumunan orang yg menyerbu. Memang di tengah bencanalah pahlawan akan muncul...
Malamnya, kami mendengar kabar lingkungan kami akan diserang. Maka kami semua - Tionghoa, pribumi, semua - berjaga2 dgn apa yg kami miliki - saya hanya bersenjatakan pisau dapur dan ibu kost terus memanaskan air utk disiramkan. Malam itu kami sdh siap mati. Kamu menyerang, kami akan melawan, membela rumah dan keluarga. Untunglah tidak terjadi.
Fransiska Pattipi Tidak akan lupa...lagi hamil 7 bln, ga bisa kemana2...tinggal di klp gading...hhhhmmm...jakarta mencekam...jangan terulang lagi..
-
Prahara Mei 1998
Kebangkitan Mahasiswa
Mai 1998 menandai perputaran sejarah Indonesia. Berawal dari ketidakpuasan rakyat atas kenaikan harga kebutuhan pokok, mahasiswa mulai bergerak memrotes pemerintahan Suharto. Saat itu presiden kedua Indonesia itu baru saja terpilih secara aklamasi oleh parlemen untuk ketujuh kalinya. MPR berdalih, kepemimpinan Suharto dibutuhkan di tengah krisis moneter yang melanda.
-
Prahara Mei 1998
Protes dari Kampus
Bibit protes sebenarnya sudah bermunculan sejak pengangkatan Suharto sebagai Presiden RI pada Maret 1998. Namun karena sebatas di wilayah kampus, aksi tersebut masih dibiarkan oleh militer. Kendati begitu bentrokan dengan aparat keamanan tetap tak terelakkan.
-
Prahara Mei 1998
Titik Api di Sumatera
Awalnya cuma sekelompok kecil mahasiswa yang berdemonstrasi menentang pemilihan ulang Suharto. Namun ketika pemerintah menaikkan harga barang pokok pada 4 Mai, rakyat kecil pun ikut terlibat. Penjarahan pertama muncul di Medan yang tidak berlangsung lama, tapi menjalar ke berbagai daerah.
-
Prahara Mei 1998
Bara di Jakarta
Pada 9 Mei, sehari setelah kerusuhan Medan berakhir, Jakarta mulai bergolak. Tapi Suharto terbang ke Kairo untuk menghadiri KTT G15. Dia pulang lebih dini saat kerusuhan di Jakarta memasuki fase paling mematikan. Pada 12 Mei, 10.000 mahasiswa berkumpul di kampus Trisakti. Saat itu empat mahasiswa, Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan, Hery Heriyanto dan Hendriawan Sie tewas tertembak peluru polisi.
-
Prahara Mei 1998
Protes dari Luar Negeri
Peristiwa berdarah di Indonesia juga disimak oleh aktivis kemanusiaan asing dan mahasiswa Indonesia di mancanegara. Berbagai aksi protes digelar di Australia, Jerman, Belanda, Inggris (gambar), Swedia, Perancis dan Amerika Serikat.
-
Prahara Mei 1998
Bergerak ke Senayan
Hingga tanggal 13 Mei kepolisian masih berupaya membarikade kampus-kampus di Jakarta untuk mencegah mahasiswa keluar. Sebagian yang berhasil menerobos, berkumpul di berbagai titik untuk kemudian bergerak ke arah Senayan. Momentum terbesar adalah ketika ribuan mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR.
-
Prahara Mei 1998
Api di Klender
Termakan amarah lantaran mendengar kabar mahasiswa yang tewas ditembak, massa kembali melakukan aksi penjarahan di beberapa sudut kota. Yang terparah terjadi di kawasan Klender, di mana massa membarikade dan membakar gedung Yogya Department Store. Sekitar 1000 orang yang terjebak di dalam tewas seketika.
-
Prahara Mei 1998
Akhir Pahit Orde Baru
Aksi pendudukan mahasiswa terhadap gedung MPR/DPR dan tekanan internasional memaksa Presiden Suharto undur diri dari jabatannya. Diktatur yang berkuasa selama 32 tahun itu menyisakan republik yang carut marut oleh kasus korupsi dan pelanggaran HAM. Sesaat setelah pengunduran diri Suharto, Wapres B.J. Habibie memulai 517 hari perjalanannya membawa Indonesia kembali ke pangkuan demokrasi.
-
Prahara Mei 1998
Saling Tuding di TNI
Tragedi 1998 menyisakan pertanyaan besar buat TNI. Bekas Pangkostrad, Prabowo Subianto diduga ikut mendalangi kerusuhan, berdasarkan temuan tim Gabungan Pencari Fakta. Bekas Jendral bintang tiga itu kemudian dipecat oleh Presiden Habibie menyusul isu kudeta yang disebarkan Panglima ABRI Wiranto. Prabowo sebaliknya menuding Wiranto lah yang mengeluarkan perintah agar TNI menyulut kerusuhan berdarah
Penulis: rzn/vlz (dari berbagai sumber)
Sekar Garini T inget banget,saya sdg bkrj dan kantor saya termasuk salah satu yg dijarah. bahkan hampir dibakar. ini adalah hal paling menakutkan dlm hdp saya. setelah mereka membakar dan menjarah Glodok, ribuan orang dari arah Mangga dua lari menyerbu menuju Gn Sahari sambil menjarah apa yg bisa dijarah dan membakar apa yg bisa dibakar. sebagai orang Indonesia sampai dg hari ini masih sulit untuk mengerti bagaimana orang begitu beringas dan brutal pada saat itu. yang paling menakutkan ketika tersebar rumor mereka akan menjarah dari rumah kerumah, sebagai anak kost ( meski perempuan ) saya sampai ikut ronda meski hanya di dpn rumah. itu adalah salah satu peristiwa rasial paling kelam dalam sejarah.
Rama Rozali Saya msh di sekolahan, tp skolahan tutup n dberotahukan bhwa skolah dilibukan mendadak, gjd upacara. Tp saya gbsa plang sampe jam 6 sore,....gda bus. Bus cendana yg biaa kami tumpangi tdk muncul. Akhirnya bpkq jemput aq di Tek'an, nama sebuah tmpt di madiun......dtemptq termsuk msh aman dibanding daerah2 lain
Fara Dina Yasmine msh ingat sy bekerja di ciputra land depan univ. Trisakti .. daripagi sekitar jam 10 sdh terlihat mahasiswa berorasi dan jalanan sdh sangat macet oleh ribuan orang...
sekitar pkl 4 sore tiba tiba toko mendapat telp disuruh tutup karna terjadi kerusuhan ketika keluar gedung ciputra land kaget bukan kepalang mahasiswa dan aparat saling serang kebetulan jarakku dekat dgn para mahasiswa yg membuat blokade manusia dan merasakan pedihnya gas air mata.. hingga aku terlambat pulang krn susahnya angkot...
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Hampir Dilalap Api
Mei 1998, Steven Winata berjalan kaki mengantar sabun, 500 meter dari rumahnya di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dalam keadaan tangan penuh barang bawaan, murid sekolah dasar ini dituduh menyenggol dan membuat seorang anak pribumi jatuh ke dalam selokan. Massa yang mengamuk hampir membakar tubuh Steven. “Saya selamat karena Ketua RT mengenali saya dan mengantar saya pulang.”
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Api Reformasi Akan Terus Menyala
Suara tuntutan agar Presiden Soeharto lakukan reformasi politik bergema di sejumlah kampus termasuk dari Universitas Trisakti, Jakarta Barat. Namun aksi unjuk rasa damai itu dilawan dengan tembakan peluru tajam yang tewaskan 4 mahasiswa Trisakti. Taman Reformasi adalah inisiatif mahasiswa dan diresmikan bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tahun 2014 agar Api Reformasi terus menyala
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Terjebak Api
Mei 1998, tahun lokasi pusat perbelanjaan ini menjadi sasaran penjarahan massa. Namun bangunan itu terbakar dan ditemukan 118 jasad tewas terbakar yang tak dapat dikenali. Kini pusat perbelanjaan baru yang semarak dengan papan iklan di Klender, Jakarta Timur itu seakan ingin meredam ingatan pada teriak tubuh-tubuh yang dijilati api.
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Akibat Api Sentimen Rasial
Penjarahan saat Kerusuhan Mei ’98 bukan hanya menyasar pusat perbelanjaan, rumah warga pun tak luput dari sasaran massa. Rumah Sudono Salim, pemilik Bank BCA di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat diserbu massa dan sempat dibakar. Kini deretan aset keluarga Sudono Salim menjadi “monumen” sentimen rasial yang kembali menyala dua dekade lalu.
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Melawan Api Kebencian
Salah satu lokasi kerusuhan 98 adalah kawasan Glodok, Jakarta Barat. Pada sebuah lorong sempit di Glodok, Jakarta Barat sebuah pintu rumah terbuka dan terlihat sejumlah pria duduk sambil mendengar musik Mandarin. Bapak yang tak mau disebut namanya itu mengaku rumahnya dibakar orang pada Mei 1998 lalu. Kini rumah-rumah ini kembali dibangun. Warga mengurung diri dalam pagar tinggi demi rasa aman.
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Sisa Dari Yang Terbakar
Sepotong balok kayu bekas rumah yang terbakar Mei 1998 lalu masih dipertahankan oleh pemiliknya sebagai tonggak kesaksian peristiwa yang ingin ia lupakan. Informasi berasal dari petugas Perlindungan Masyarakat setempat.
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Bertugas Saat Api Melanda
Widodo adalah petugas Perlindungan Masyarakat di RW 01, Taman Sari, Jakarta Barat. Mei 1998, ia bertugas di lokasi dalam foto dan menyaksikan api menjalar seluruh tempat usaha sekaligus rumah warga. Widodo mengaku tidak mampu mencegah massa karena massa dan warga sudah berbaur sedangkan ia sibuk membantu petugas pemadam kebakaran. “Semua rumah yang sekarang ini rumah baru”, kata Widodo.
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Bangkit Dari Abu
Toko alat sembahyang agama Buddha ini sebelum kerusuhan adalah percetakan sekaligus rumah tiga lantai di Glodok, Jakbar. Setelah ludes terbakar, rmereka memulai dari nol. “Tak mau ingat-ingat lagi”, kata ibu yang menolak sebut namanya. “Kerugian alat cetak ratusan juta rupiah dan materi bisa dihitung tetapi kerugian mental tak ternilai.”, ujar anak laki-laki pemilik toko yang turut menjaga toko.
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Saksi Mata Selamat
Hendry (68 tahun) mempunyai rumah sekaligus bengkel las bubut di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Mei 1998 keluarganya menyelamatkan diri, menumpang di bedeng di sebelah rumahnya. Sementara Udin (50 tahun) saat itu jualan rokok di trotoar sebelah bengkel las bubut Hendry. Saat kerusuhan terjadi ia memilih pulang ke kampung di Kuningan, Jawa Barat. Udin dan Hendry sudah bersahabat selama 30 tahun
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Korban Tragedi
Pemerintah memakamkan korban tewas yang tidak bisa dikenali atau tidak beridentitas di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Seratusan nisan tak bernama menandai tragedi kemanusiaan 1998. Tahun 2015, pemerintah Jakarta resmikan Prasasti Tragedi Mei’98 bertuliskan pesan “Pengorbanan jiwa mereka telah menyalakan api reformasi menuju Indonesia yang lebih rukun, bermartabat dan cinta damai.”
-
Mengenang Kerusuhan Mei 1998
Pemerkosaan Itu Ada
Tim Relawan Untuk Kemanusian Mei ’98 menerima laporan korban perkosaan saat kerusuhan. Laporan yang bisa diverifikasi dengan menemui korban dan/atau saksi mata ada 189 orang. Ita.F. dan Dr Lie Dharmawan memeriksa fisik serta merawat sejumlah korban pemerkosaan. Korban pemerkosaan Mei ’98 Ita Martadinata tewas dibunuh Oktober 1998 saat akan bersaksi di PBB. Penulis: Monique Rijkers (ap/vlz)
Dede Mulyana dulu msh smp, cm melongok liat segerombolan orang kyk lg ada konser, menjarah ramayana cengkareng. polisi cm duduk santai ga bisa berbuat apa2.btw salut sm ortu karna ga ikutan menjarah disaat hampir semua orang menjarah.
Jije Ps Saya,dirmh nonton tetangga pd mencuri membobol,toko orng yg bkn miliknya,tapi mereka pd kaga umur panjang mereka yg ambil harta yg bkn haknya pada meninggal,kasihan saudara kita hartanya pd di rampas,dari situ Indonesia kaga pernah damai,jgn suharto walaupun,saya tdk pernah keluar negri tapi hidup aman apa2 murah,kenapa skrng pd kaga bisa katanya reformasi,lingkungan rusak,beragama saling serang rmh ibadah kangen zaman sebelum itu biar susah tapi,damai
Muhamad Adnan masih kecil dan masih trauma dengan pemerintahan negara ini.. orde lama, revolusi, orde baru, reformasi. demokrasi akan sama bila tidak belajar dari sebelumnya.. Aku cinta Indonesia karena Allah... semoga Allah meberkahimu negaraku Indonesia...
Wied Koer Saya saat itu ada di camp tentara di Cimahi sedang diklat..semua berkumpul didepan tv..padahal jam itu kami harusnya bersiap apel di lapangan..para prajurit di ksatriaan tampak tegang juga..mereka menunggu perintah sambil larut dalam suasana apa yg tampak di tv ttg sajian yg terjadi di gedung DPR dan.menyaksikan pidato mundurnya Presiden saat itu pak Harto..yang disambut dengan sorak sorai plus sumpah serapah..perasaan saya campur baur antara senang dan kawatir terjadi chaos...sayang..cita2 reformasi sekian tahun ini belum.mencapai hasil yang diharapkan..awam mengistilahkan reformasi kebabalasan..karena penegakan hukum dan aparat yang lemah dan.kotor masih berkuasa..
-
Daftar Pelanggaran HAM yang Belum Terselesaikan
Tragedi Trisakti
Pada 12 Mei 1998 demonstrasi mahasiswa menuntut pengunduran diri Suharto memuncak di kampus Universitas Trisakti, Jakarta. Komnas HAM mencatat jumlah korban kekerasan oleh aparat keamanan mencapai 685 orang, sementara tiga meninggal dunia akibat tembakan. Ironisnya berkas penyelidikan yang dikirimkan ke Kejaksaan Agung dinyatakan hilang pada Maret 2008 oleh Jampidsus Kemas Yahya Rahman.
-
Daftar Pelanggaran HAM yang Belum Terselesaikan
Semanggi Berdarah
Kejaksaan Agung di bawah kendali Hendarman Supandji menjadi jalan buntu pengungkapan kasus pelanggaran HAM 1998. Berkas laporan Komnas HAM terhadap kasus kekerasan aparat yang menewaskan 17 orang (Semanggi I) dan melukai 127 lainnya pada November 1998 menghilang tak berbekas. Setahun berselang tragedi kembali berulang, kali ini korban mencapai 228 orang.
-
Daftar Pelanggaran HAM yang Belum Terselesaikan
Hilangnya Widji Tukul
Satu per satu aktivis pro demokrasi menghilang tanpa jejak menjelang runtuhnya kekuasaan Suharto, termasuk di antaranya Widji Thukul. Ia diduga diculik aparat keamanan setelah dinyatakan buron sejak peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli 1996 (Kudatuli). Kasus Widji Thukul mewakili puluhan aktivis yang sengaja dilenyapkan demi kekuasaan.
-
Daftar Pelanggaran HAM yang Belum Terselesaikan
Pembantaian 1965
Antara 500.000 hingga tiga juta nyawa simpatisan PKI melayang di tangan militer dan penduduk sipil setelah kudeta yang gagal pada 1965. Hingga kini upaya pengungkapan tragedi tersebut tidak pernah menyentuh pelaku. Adalah sikap membatu TNI yang melulu menjadi sandungan bagi penuntasan tragedi 1965.
-
Daftar Pelanggaran HAM yang Belum Terselesaikan
Petaka di Wamena
Tragedi Wamena berawal dari penyerangan gudang senjata oleh orang tak dikenal yang menewaskan 2 anggota TNI pada April 2003. Aksi penyisiran yang kemudian dilakukan aparat menewaskan 9 penduduk sipil, sementara 38 luka berat. Seperti kasus sebelumnya, laporan penyelidikan Komnas HAM ditolak Kejagung dengan alasan tidak lengkap. TNI juga dituding menghalangi penyelidikan kasus tersebut.
-
Daftar Pelanggaran HAM yang Belum Terselesaikan
Pembunuhan Munir
Sosok yang sukses membongkar pelanggaran HAM berat oleh Tim Mawar dan mengakhiri karir Danjen Kopassus Prabowo Subianto ini meninggal dunia setelah diracun dalam perjalanan menuju Belanda. Pollycarpus Budihari Priyanto dinyatakan bersalah dan divonis 14 tahun penjara. Namun hingga kini kejaksaan sulit memburu tersangka utama yakni Muchdi Pr. yang dikenal dekat dengan Prabowo.
Anastasia Tri Winarti Wkt itu pagi2 mau ujian semester, baru sampe gerbang di suruh cepat balik ke rumah sama security, sampai di carikan ankutan umum, dan anehnya sepanjang jln sangat sepi, tiba di rmh nonton berita di tv shock bgt!!
Indra Yusuf Ikut demo. Jarak 10 km jalan rame2 tak terasa. Ada orang tua bilang, msk soeharto turun, kurupsi baru habis dlm 30_40 tahun. Ternyata benar. Krm malaysia saja thun 80 an sdh ada badan anti rasuah. Jd kita mmg ketinggaln...
Oktarina Maulidia Saya waktu itu sekitar kelas dua SD, kebetulan titik temu antara demonstrasi mahasiswa di Lampung dan aparat bersenjata di jalan raya tepat hanya beberapa puluh meter dari rumah.
Maya Cheng lagi kerja melayani jual beli emas,,dan setiap hari harga emas mengalami naik turun harga dan akhirnya emas yg ada dietalase di bekukan di brankas,cuman beberapa saja yg dijual belikan,,th 1998 kenangan waktu mau dilamar sama mas e...
-
Siapa Calon Pemimpin Indonesia?
1. Joko Widodo
Presiden Joko Widodo kokoh bertengger di puncak elektabilitas dengan 38,9% suara. Popularitas presiden saat ini "cendrung meningkat," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan.
-
Siapa Calon Pemimpin Indonesia?
2. Prabowo Subianto
Untuk sosok yang sering absen dari kancah politik praktis pasca pemilu, nama Prabowo masih mampu menarik minat pemilih. Sebanyak 12% responden mengaku akan memilih mantan Pangkostrad itu sebagai presiden RI.
-
Siapa Calon Pemimpin Indonesia?
3. Anies Baswedan
Selain Jokowi dan Prabowo, nama-nama lain yang muncul dalam survey belum mendapat banyak dukungan. Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan, misalnya hanya mendapat 0,9%.
-
Siapa Calon Pemimpin Indonesia?
4. Basuki Tjahaja Purnama
Nasib serupa dialami bekas Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama. Sosok yang kini mendekam di penjara lantaran kasus penistaan agama itu memperoleh 0,8% suara. Jumlah yang sama juga didapat Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
-
Siapa Calon Pemimpin Indonesia?
5. Hary Tanoesoedibjo
Pemilik grup MNC ini mengubah haluan politiknya setelah terbelit kasus hukum berupa dugaan ancaman terhadap Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Hary yang tadinya beroposisi, tiba-tiba merapat ke kubu Presiden Joko Widodo. Saat inielektabilitasnya bertengger di kisaran 0,6%
-
Siapa Calon Pemimpin Indonesia?
6. Agus Yudhoyono
Meski diusung sebagai calon pemimpin Indonesia masa depan, saat ini popularitas Agus Yudhoyono masih kalah dibanding ayahnya Soesilo Bambang Yudhoyono yang memperpoleh 1,9% suara. Agus yang mengorbankan karir di TNI demi berpolitik hanya mendapat 0,3% dukungan.
-
Siapa Calon Pemimpin Indonesia?
7. Gatot Nurmantyo
Jumlah serupa didapat Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang belakangan terkesan berusaha membangun basis dukungan. Nurmantyo hanya mendapat 0,3%. Meski begitu tingkat elektabilitas tokoh-tokoh ini akan banyak berubah jika bursa pencalonan sudah mulai dibuka, klaim SMRC.
Arfan Ai Nagara pas jmn dimn kakekq msih tentara...trs wa ama ibu dibawa kabur drikota ke kampung ama kakek naik mobil putih sebelum kejadian....pas dijln wa liat polisi ma tentara keluar semua dri markas mulai mobil tank ma lainnya menuju kebarat pas dialun2 kota. gada pandangan itu kjadian apa.....pas tiba diperbatasan sblm tiba malah ada tentara bule berjaga2 sangking polosnya gw ga tau apa2.....jdi stlh 3hri dikampung menuju kekota...wa diajak jln2 lgi ma bpk naik motor keliling kota paska kjadian itu pokokx ancurr ancuran tuh rumah ama gedung dibakar...
Muhamad Rianto Eka Saputra Di tahun 98 saya di Bandung masih kelas 5 sd kalau ga salah, pada saat kejadian itu hidup jadi susah, gw ga boleh keluar rumah krn keadaan kota mencekam, penjarahan dimana mana, dan banyak banget kejadian2 barbar yang kadang gw liat pake mata kepala gw sendiri. Gw benci banget saat2 itu.
Ali Kusno Jogja saat itu ikut bergejolak....pusat demonstrasi ada Di Bulaksumur UGM. Siap siap aj setelah orasi di bunderan UGM aparat segera merangsek masuk kampus membubarkan mencari pendemo. Amien Rais ,Sri Sultan, T Jacob pernah berorasi di BAlairung UGM sebelum Pak Harto lengser keprabon..
-
Jokowi Dikejar Dosa HAM Hingga ke Eropa
Sambutan Kenegaraan
Jerman mempersiapkan upacara kenegaraan buat menyambut Presiden Indonesia Joko Widodo. Di jantung Eropa dia menyisakan waktu tidak barang sehari. Jokowi terutama membidik kerjasama pendidikan kejuruan buat calon tenaga kerja muda. Dengan cara itu sang presiden ingin menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi di masa depan.
-
Jokowi Dikejar Dosa HAM Hingga ke Eropa
Dikejar Dosa
Namun Jokowi tidak sepenuhnya bisa melepaskan diri dari isu Lingkungan dan Hak Azasi Manusia. Selama kunjungannya di Berlin sang presiden diiringi aksi demonstrasi berbagai kelompok, antara lain organisasi lingkungan Rettet den Regenwald. Sementara International People Tribunal 65 menyerahkan petisi yang berisikan tuntutan kepada pemerintah untuk menyelesaikan isu HAM masa lalu.
-
Jokowi Dikejar Dosa HAM Hingga ke Eropa
Sentilan Sang Pendeta
Agenda serupa juga menantinya di Istana Bellevue, saat bertemu dengan Presiden Jerman, Joachim Gauck. Gauck yang bekas pendeta itu membahas hak minoritas dan hubungan antar agama di Indonesia. Ia juga menyentil sang presiden ihwal hukuman mati. Jokowi berkilah Indonesia sedang dalam darurat narkoba
-
Jokowi Dikejar Dosa HAM Hingga ke Eropa
Berguru ke Jerman
Setelah bertemu Gauck, Jokowi bergegas menemui Kanselir Angela Merkel yang terpaksa menunggu selama tiga menit di kantor kekanseliran di Berlin. Bersama perempuan paling berkuasa di Bumi itu Jokowi membahas berbagai kerjasama ekonomi, terutama pendidikan vokasi dan juga isu terorisme.
-
Jokowi Dikejar Dosa HAM Hingga ke Eropa
Terjebak Isu HAM
Namun serupa dengan Gauck, Merkel turut membahas "kasus HAM di Indonesia, terutama di Aceh dan Papua." Soal isu pembantaian 1965, Jokowi akhirnya angkat bicara ketika sudah tiba di London. "Saya belum memutuskan apa-apa," ucapnya membantah klaim Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Panjaitan.
-
Jokowi Dikejar Dosa HAM Hingga ke Eropa
Bergegas Mengejar Pertumbuhan
Tanpa membuang banyak waktu presiden beserta rombongan langsung terbang ke London, lalu Belgia dan Belanda dengan selang waktu satu hari. Di Eropa Jokowi membidik perjanjian perdagangan bebas yang ia canangkan akan selesai dalam dua tahun. Selain kerjasama pendidikan vokasi dengan Jerman, Jokowi juga menggandeng Inggris untuk membenahi industri kelautan.
Penulis: Rizki Nugraha
Khoris Meski dlu bru umur 7th,,tp ngerasanya dlu hrg2 kyknya lbh murah,aman,hrg sembako jg normal,tp ya sudahlah semuanya ada hikmahnya. . . Roda kehidupan akan sll brputar. . . Hanya bsa berdoa indonesia bisa lbh baek lg,,
Benny Davidson saya waktu tinggal di kebon kacang jakpus tanah abng.jam 8 pagi masa bergerak dari jati baru menuju jalan wahid hasyim tanah abng dan mulai membakar bank bca dan robinson dan toko elektronik..aparat tidak ada pokok nya jakarta dimana2 membara dan mencekam orang mata sipit saat kejadian betul2 di cari dan usaha ny di hancur kan pribumi tapi saat ini sisipit mulai berkuasa lagi..semoga rakyat pribumi jaya slalu
Cipto Muroso waktu itu,saya lagi dijakarta,situasi mencekam langit jakarta hitam pekat,karena pembakaran dimana mana,toko''dijarah,ada yg cuma di acak''lalu di bakar,pokoknya mencekam,negara dalam daruat,kerusuhan di mana''..pokoknya ngerilah.....
Komentar lainnya seputar peristiwa Mei 1998 bisa dibaca di tautan ini dan di sini.
-
Kopassus Dalam Pusaran Sejarah
Heroisme Baret Merah
Tidak ada kekuatan tempur lain milik TNI yang memancing imajinasi heroik sekental Kopassus. Sejak didirikan pada 16 April 1952 buat menumpas pemberontakan Republik Maluku Selatan, satuan elit Angkatan Darat ini sudah berulangkali terlibat dalam operasi mengamankan NKRI.
-
Kopassus Dalam Pusaran Sejarah
Kecil dan Mematikan
Dalam strukturnya yang unik, Kopassus selalu beroperasi dalam satuan kecil dengan mengandalkan serangan cepat dan mematikan. Pasukan elit ini biasanya melakukan tugas penyusupan, pengintaian, penyerbuan, anti terorisme dan berbagai jenis perang non konvensional lain. Untuk itu setiap prajurit Kopassus dibekali kemampuan tempur yang tinggi.
-
Kopassus Dalam Pusaran Sejarah
Mendunia Lewat Woyla
Nama Kopassus pertamakali dikenal oleh dunia internasional setelah sukses membebaskan 57 sandera dalam drama pembajakan pesawat Garuda 206 oleh kelompok ekstremis Islam, Komando Jihad, tahun 1981. Sejak saat itu Kopassus sering dilibatkan dalam operasi anti terorisme di Indonesia dan dianggap sebagai salah satu pasukan elit paling mumpuni di dunia.
-
Kopassus Dalam Pusaran Sejarah
Terjun Saat Bencana
Segudang prestasi Kopassus membuat prajurit elit Indonesia itu banyak dilirik negeri jiran untuk mengikuti latihan bersama, di antaranya Myanmar, Brunei dan Filipina. Tapi tidak selamanya Kopassus cuma diterjunkan dalam misi rahasia. Tidak jarang Kopassus ikut membantu penanggulangan bencana alam di Indonesia, seperti banjir, gempa bumi atau bahkan kebakaran hutan.
-
Kopassus Dalam Pusaran Sejarah
Nila di Tanah Seroja
Namun begitu Kopassus bukan tanpa dosa. Selama gejolak di Timor Leste misalnya, pasukan elit TNI ini sering dikaitkan dengan pelanggaran HAM berat. Tahun 1975 lima wartawan Australia diduga tewas ditembak prajurit Kopassus di kota Balibo, Timor Leste. Kasus yang kemudian dikenal dengan sebutan Balibo Five itu kemudian diseret ke ranah hukum dan masih belum menemukan kejelasan hingga kini.
-
Kopassus Dalam Pusaran Sejarah
Pengawal Tahta Penguasa
Jelang runtuhnya ejim Orde Baru, Kopassus mulai terseret arus politik dan perlahan berubah dari alat negara menjadi abdi penguasa. Pasukan elit yang saat itu dipimpin oleh Prabowo Subianto ini antara lain dituding menculik belasan mahasiswa dan menyulut kerusuhan massal pada bulan Mei 1998.
-
Kopassus Dalam Pusaran Sejarah
Serambi Berdarah
Diperkirakan lebih dari 300 wanita dan anak di bawah umur mengalami perkosaan dan hingga 12.000 orang tewas selama operasi militer TNI di Aceh antara 1990-1998. Sebagaimana lazimnya, prajurit Kopassus berada di garda terdepan dalam perang melawan Gerakan Aceh Merdeka itu. Sayangnya hingga kini belum ada kelanjutan hukum mengenai kasus pelanggaran HAM di Aceh.
-
Kopassus Dalam Pusaran Sejarah
Neraka di Papua
Papua adalah kasus lain yang menyeret Kopasus dalam jerat HAM. Berbagai kasus pembunuhan aktivis lokal dialamatkan pada prajurit baret merah, termasuk diantaranya pembunuhan terhadap Theys Eluay, mantan ketua Presidium Dewan Papua. Tahun 2009 silam organisasi HAM, Human Rights Watch, menerbitkan laporan yang berisikan dugaan pelanggaran HAM terhadap warga sipil oleh Kopassus.
Penulis: rzn/ap (Dari berbagai sumber)