Kesuburan dan kemungkinan untuk memiliki anak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Bagi pria, faktor utamanya adalah sperma. Maka dari itu, perlu menjaga kesehatan untuk mencegah terjadinya masalah kesuburan. Namun, bukan tidak mungkin ketika Anda mengalami kelainan atau gangguan sperma. Simak penjelasan lengkap mengenai hal tersebut di bawah ini!
Jenis kelainan sperma yang paling umum
Melansir dari laman Mayo Clinic, kualitas sperma bisa ditentukan dari tiga faktor penting, yaitu dari struktur (bentuk), jumlah, dan kemampuan geraknya (motilitas).
Kelainan atau gangguan pada sperma dapat menandakan kondisi tertentu yang menyebabkan masalah kesuburan pria, penurunan kualitas sperma, serta memiliki risiko tinggi terhadap kemandulan.
1. Kelainan jumlah sperma
Pada keadaan normal, seorang pria mampu mengeluarkan semen (air mani) yang mengandung lebih dari 15 juta sel sperma per mililiternya.
Apabila jumlahnya kurang dari angka tersebut, hal ini bisa jadi ciri tidak sehat, kelainan, atau sperma abnormal.
Seseorang yang memiliki jumlah sperma lebih rendah dari jumlah normal, terkadang disebut sebagai oligospermia.
Jika tidak ada sel sperma yang ditemukan, ini bisa disebut sebagai azoospermia.
Kondisi ini dapat menurunkan peluang untuk memiliki anak sebab tidak banyak sperma yang bersaing menuju sel telur.