Setiap keluarga yang akan melakukan upacara Baayun Mulud tersebut harus menyiapkan piduduk, yaitu sebuah sasanggan yang diisi dengan beras, gula, habang, nyiur, hintalu hayam, banang, jarum, garam, dan uang receh. Ritual dimulai dengan membaca syair Maulid Al Habsy, Maulid Ad Diba’I, atau Maulid Al Barzanji. Kemudian anak-anak yang akan diayun dalam upacara tersebut dibawa masuk ketika pembacaan Asyrakal dan mulai diayun selama pembacaannya itu secara perlahan. Fungsi diayun tersebut adalah untuk mengambil keberkahan atas kemuliaan Nabi Muhammad SAW.