Singkat cerita, Ali langsung menanyakan kepada staf Kantor Otonomi Khusus (Otsus) terkait gagasannya. Ternyata, Kantor Otsus menerima ide Ali dengan menyatakan siap untuk menggunakan dananya merekrut pemuda Papua menempuh pendidikan militer.
Ali pun langsung berkomunikasi langsung dengan Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, untuk berkoordinasi sebelum menjalankan program tersebut.
"Terlebih dahulu saya berkomunikasi dengan orang Otonomi Khusus dari Kantor Otsus. Saya bertanya kepada kawan-kawan di sana, 'Pak kira-kira kalau kita merekrut adik-adik kita, saudara-saudara kita, untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat, menggunakan dana Otonomi Khusus ada enggak?" kata Ali lagi.
"Ada pak, bisa, boleh, katanya. Ya sudah lah kalau boleh kita komunikasikan lebih lanjut lagi pak, saya bilang. Nanti saya lapor ke pak Gubernur. Yang penting kalau bapak bilang dananya siap, ya saya lapor ke pak Gubernur. Nah ternyata mereka bilang siap. Oke lah, kalau begitu saya komunikasi dengan pak Gubernur," ujarnya.
Namun demikian, pada akhirnya program prajurit Otonomi Khusus ini kemudian diteruskan oleh Pangdam XVII/Kasuari setelah Ali, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. Pasalnya, Ali kemudian mendapatkan promosi kenaikan pangkat menjadi Letnan Jenderal (Letjen) TNI, dan tugas baru sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasad.