ADA kalanya seseorang tidak melakukan aktivitas seksual. Penyebabnya banyak, mulai dari sibuk, hidup seorang diri, atau memang memutuskan untuk rehat sejenak dari seks.
Rehat sejenak dari hubungan seks memberikan beberapa dampak untuk tubuh dan mental. Mulai dari rasa cemas akibat koneksi dengan pasangan yang melentur hingga meningkatnya risiko kanker prostat jika tak rajin masturbasi.
Baca Juga:
Lihat Transformasi Briptu Eka saat Hamil dan Sebelum Hamil, Cantik Mana?
Pesona Bripda Marselina, Polwan Cantik yang Bikin Pria Rela Diborgol Hatinya
Sebagaimana, Okezone melansir dari rd.com mengenai berhenti berhubungan seks akan membawa kerugian pada tubuh dan jiwa secara umum. Dan yang paling merasakan dampaknya adalah kaum hawa, Kamis (11/4/2019).
Kehilangan Libido
Seks merupakan nafsu birahi yang kuat, dimana kekuatan ini untuk meningkatkan suasana hati dan bahkan bisa mengecilkan pinggang pada diri Anda, bahkan seringnya berhubungan dapat meningkatkan umur panjang.
Sari Cooper, seorang terapis seks berpengalaman, mengatakan beberapa orang menahan diri dari seks mulai merasa lebih lamban, sedikit demi sedikit mulai tak tertarik dengan seks.
Cooper mengungkapkan kepada Reader's Digest bahwa beberapa kliennya menggambarkan turunnya libido tidak penting bagi mereka. Namun, itu tidak sama untuk semua orang. Selama periode di mana tak punya pasangan bercinta, orang seperti itu justru merasa butuh seks.
Merasa Kecewa
Kurangnya kontak fisik dengan pasangan membuat beberapa orang merasa dirinya tak berguna dan berujung dengan mudahnya kecewa.
"Ketika orang berhubungan seks, dipastikan akan memiliki kontak kulit. Kontak dengan tubuh adalah hal dasar manusia untuk merasa nyaman, seperti ibu dan bayi," kata Cooper.
"Berhubungan seks membuat banyak kontak tubuh pasangan, dan ini membantu menaikkan mood pasangan, karena biasanya mengeluarkan hormon oxytocin," ujarnya. Namun, studi menemukan kurangnya aktivitas seksual tidak menyebabkan depresi.
Meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa depresi dan kurangnya hubungan seks saling terkait, ini mencerminkan suatu hubungan bukan sebab dan akibat.
"Jika Anda adalah orang yang sehat dan Anda berhenti berhubungan seks, Anda tidak akan menjadi depresi karenanya," kata Dr. Streicher.
Dinding vagina melemah
Dinding vagina melemah adalah tanda utama bagi wanita menjelang menopause. Jika secara radikal mengurangi seks saat bertambahnya usia, dinding vagina akan menipis dan bisa menyebabkan hubungan seks yang menyakitkan saat memutuskan untuk bercinta lagi.
Menurut masyarakat Menopause Amerika Utara mengatakan, pasangan yang tetap melakukan penetrasi untuk membantu kesehatan vagina selama masa menopause.
“Wanita yang lebih tua yanhg tidak melakukan hubungan intim lebih cenderung mengalami penipisan dan pengeringan jaringan,” kata Dr. Streicher. Sebagian besar dari ini ialah untuk meningkatkan aktifitas dalam aliran darah.