CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 15:33 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan. (REUTERS/Umit Bektas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan tidak bisa terima negara-negara bersenjata nuklir melarang Ankara memiliki nuklir.
Meski demikian, dia tidak mengatakan apakah Turki punya rencana untuk memiliki nuklir.
"Beberapa negara memiliki rudal dengan hulu ledak nuklir, bukan satu atau dua. Tapi (mereka memberi tahu kami), kami tidak bisa memilikinya. Ini, saya tidak bisa menerimanya," kata Erdogan kepada anggota Partai AK yang berkuasa di kota Sivas dikutip dari Reuters.
Lihat juga: Gagal Beli Jet Tempur AS, Turki Lirik Pesawat Siluman Rusia
"Tidak ada negara maju di dunia yang tidak memilikinya," ucap dia. Faktanya, banyak negara maju tidak memiliki senjata nuklir.
Turki menandatangani Traktat Nonproliferasi Nuklir pada 1980, dan juga menandatangani Traktat Larangan Uji-Nuklir Komprehensif 1996, yang melarang semua peledakan nuklir untuk tujuan apa pun.
Erdogan pun menyinggung perlindungan yang diberikan kepada Israel. Dia mengisyaratkan Turki ingin mendapat perlakuan serupa.
[Gambas:Video CNN]
"Adai Israel di dekat kami, bahkan hampir bertetangga. Mereka menakut-nakuti (bangsa lain) dengan memiliki ini. Tidak ada yang bisa menyentuh mereka."
Analis asing mengatakan Israel memiliki persenjataan nuklir yang cukup besar. Israel mempertahankan kebijakan ambiguitas seputar masalah nuklir, menolak untuk mengkonfirmasi terkait kekuatannya.
Lihat juga: Trump dan Erdogan Sepakat Lanjutkan Koalisi Militer di Suriah
Dikutip AFP, pernyataan Erdogan ini muncul di tengah meningkatnya hubungan pertahanan antara Turki dan Rusia.
Baru-baru ini Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kecewa denganTurki yang tetap melanjutkan kontrak pembelian rudal pertahanan udaraS-400 buatan Rusia. Trump lantas memutuskan membatalkan proyek penjualan jet tempur F-35 kepada Turki.
Lihat juga: Serangan Udara Hantam Konvoi Militer Turki di Suriah, 3 Tewas
Namun Turki tak kehabisan akal. PemerintahTurki dilaporkan tengah berunding denganRusia untuk membahas kemungkinan membeli jet tempur silumanSukhoi Su-57 dan Su-35 setelah gagal membeli jet tempur mutakhir F-35 dari Amerika Serikat. (dea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
SAAT INI
Juara MotoGP, Joan Mir, bertekad tampil lebih bagus di MotoGP Doha 2021 dibanding seri pertama di MotoGP Qatar 2021 akhir pekan lalu.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER