Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dedi Irawan, mengapresiasi ijtihad politik Presiden Joko Widodo pada reshuffle kabinet Indonesia Jilid II. Dedi yakin reshuffle tersebut bakal meningkatkan kinerja kabinet Jokowi.
"Presiden sudah memilih dan menetapkan beberapa nama untuk menjadi menteri dan Pemuda Muhammadiyah memberikan apresiasi positif kepada menteri-menteri yang ditunjuk," ujar Dedi di Jakarta, Kamis (24/12/2020).
Dedi menilai nama-nama yang ditunjuk Presiden Jokowi juga bukan orang baru, publik mengetahui kiprah dan rekam jejak mereka, cukup baik. Dia meyakini mereka dapat langsung bekerja membantu Presiden Jokowi untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Saya kira dengan masuknya Risma, Sandi, dan Lutfi, memberikan energi baru bagi Presiden, karena ketiga tokoh tersebut memang terkenal punya pengalaman luas sekaligus memiliki keberpihakan yang tinggi kepada rakyat kecil," ungkap dia.
Terkait isu yang berhembus bahwa elemen persyarikatan Muhammadiyah akan bersikap oposisi kepada pemerintah karena menolak pos Wamendikbud yang diberikan pada Abdul Mukti, Dedi menegaskan bahwa anggapan tersebut sangat keliru.
"Muhammadiyah tidak didoktrin untuk beroposisi pada pemerintah, karena secara normatif, Muhammadiyah bukanlah partai politik ataupun gerakan politik. Muhammadiyah itu prinsipnya bekerja sama, tolong menolong, ta'awun, proporsional, apalagi Persyarikatan ini ikut membentuk Republik dengan segenap jiwa raganya," jelas Dedi.
Dengan adanya reshuffle, Dedi pun berharap pemerintah terus merangkul seluruh elemen bangsa untuk secara gotong royong membangun bangsa.
"Saya harap pemerintah harus terus merangkul seluruh elemen strategis dalam rangka bersama-sama membangun dan menjaga tanah air yang kita cintai ini dari ancaman dalam dan luar, sekaligus keluar dari krisis karena pandemik Covid 19," pungkas Dedi.
Sumber: BeritaSatu.com