CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 17:22 WIB
Ilustrasi Aksi Bela Tauhid di Jakarta, 2 November lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komandan Densus 99 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Mohammad Nuruzzaman menilai sekarang adalah waktu yang tepat menggelar Aksi Bela Tauhid. Namun aksi itu bukan di Indonesia, melainkan di Arab Saudi.
Pernyataan satire tersebut diucapkan Nuruzzamanmerespons kasus Imam Besar FPI Rizieq Shihab yang sempat diperiksa dan ditahan oleh keamanan setempat. Rizieqberurusan dengan polisi karena diduga memasang bendera tauhid di rumahnya di Mekkah.
"Ya, mereka sekarang saatnya aksi bela Habib Rizieq Shihab dan bendera tauhid di Saudi," ucap Nuruzzaman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (8/11).
Aksi Bela Tauhid adalah gerakan demonstrasi mengecam Banser di Garut yang membakar bendera HizbutTahrirIndonesia, beberapa waktu lalu. Aksi itu digelar di sejumlah daerah termasuk di Jakarta, 2 November lalu.
Lihat juga: Ma'ruf Puji KJRI Bebaskan Rizieq Shihab di Arab Saudi
Massa yang mengikuti aksi itu meyakini bendera yang dibakar anggota Banser saat itu adalah bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid.
Nuruzzamanberkata para pendukung Aksi Bela Tauhid di Indonesia bisa menggelar aksi serupa di Saudi untuk membela Rizieqdan kalimat tauhid. Sebab, menurut diabendera yang terpampang di rumah Rizieq sama dengan bendera Hizbut TahrirIndonesia.
Bendera yang menjerat Rizieqjuga disebut sama dengan bendera yang dibakar anggota Banser di Garut. Dengan kata lain, benda itu bukan bendera tauhid.
Keyakinannya itu berdasarkan asumsi bahwa aparat di Sauditidak akan memeriksa Rizieq jika bendera yang terpasang bukan bendera HT.
Lihat juga: PKS Sebut Dubes RI Tak Profesional Tangani Kasus Rizieq
"Iya, dong. Ini membuktikan bahwa bendera HT itu dilarang di Saudi sebagai kerajaan Islam," ucap Nuruzzaman
"Pertanyaannya kenapa Saudi melarang bendera HT padahal tulisannya kalimat tauhid? Karena mereka tahu HT ini adalah organisasi politik, bukan organisasi dakwah," lanjutnya.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumasmelontarkan sindiran serupa. Menurutnya bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang dibakar di Garut adalah atribut HTIyang dilarang. Bukan bendera tauhid.
"Kalau FPI tetap menyangkal itu bendera terlarang, itu urusan mereka. Jadi silakan saja diurus. Kalau perlu didemo tuh Pemerintah Saudi atau dubes RI untuk Saudi," ujarYaqut.
Tauhid Tak Berbendera
Nuruzzaman mengatakan kalangan santri yang ditempa di lingkungan pesantren memahami bahwa sebetulnya tidak ada bendera tauhid.
Kata dia, tauhid ada di dalam hati. Menghormati tauhid bukan dengan cara mengibarkan bendera.
Lihat juga: FPI Akui Bendera di Rumah Rizieq Serupa di Aksi Bela Tauhid
Nuruzzaman mengatakan bersikap baik kepada orang lain, bertutur kata yang sopan serta hidup saling menghormati adalah contoh sikap menghormati tauhid yang benar.
"Jangan merasa paling Islam dan menghakimi orang lain, tapi belajarlah terus agama Islam yang rahmatan lil alamin, bukan Islam yang membuat ketakutan dan teror," ujar Nuruzzaman. (bmw/wis)
Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Bendera Hitam di Rumah Rizieq”
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Pengacara Sjamsul Nursalim, Maqdir Ismail menganggap itu sebagai bentuk tegaknya kepastian hukum.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER