KOMPAS.com - Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie meninggal dunia karena sakit di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936 lalu ini dikenal memiliki segudang prestasi, salah satunya adalah dalam ilmu dirgantara.
Diberitakan Kompas.com (17/12/2015), Habibie adalah orang Asia pertama yang menorehkan prestasi di kiblat penerbangan sipil dunia, di Montreal, Kanada.
Selain itu, kehebatan Habibie juga diakui oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
ICAO memberikan penghargaan Edward Warner Award kepada Habibie.
Alasan ICAO memberikan penghargaan tersebut adalah karena Habibie dianggap menjadi perintis atau berkontribusi besar terhadap penerbangan sipil dunia.
Masih dari sumber yang sama menyebutkan, sepanjang sejarah, Habibie adalah orang ke-28 dari 39 yang menerima penghargaan Edward Warner Award.
Selain itu, ICAO beranggapan bahwa Habibie berjasa atas pengembangan desain pesawat di dunia, dan kemajuan industri dirgantara di Indonesia. Ia mendapat penghargaan tersebut pada tahun 1994.
"Pak Habibie memang insinyur hebat yang punya pemikiran yang melampaui zamannya," kata Atase Perhubungan RI di Kanada dan perwakilan Indonesia di ICAO, Agoes Soebagio, kepada Kompas.com, Rabu (16/12/2015).
Perlu untuk diketahui, pemenang Edward Warner Award bukanlah orang atau organisasi sembarangan.