Dengan membawa anak, mereka bermukim di sekitar lingkungan vihara dengan beratap kain, beralas karpet plastik dan kardus. Tujuan mereka ke sana tak lain untuk menunggu belas kasih para jemaat.
Pantauan KORAN SINDO, mereka sudah ada di sana sejak sepekan terakhir. Kebanyakan mereka datang dari kawasan Tangerang dan luar Jakarta. “Sengaja mas, kan setahun sekali ini,” ucap Sukimin (57), salah satu tuna wisma yang ditemui di Vihara Dharma Bhakti.
Ia sengaja datang ke tempat itu untuk memanfaatkan momen perayaan Imlek tahun ini. Sebab biasanya saat Imlek, mereka panen pemberian dari masyarakat etnis Tionghoa. “Seminggu aja di sini bisa dapat sampai sejuta lebih mas,” ucap Sukiman.
Baca Juga:
Sukiman yang mengaku berasal dari Balaraja, Tangerang, datang bersama istri dan dua orang cucunya. Ia kemudian bermalam di pojokan dekat vihara dengan mendirikan tenda kain saat malam.
Pengurus Yayasan Dharma Bhakti, Gunawan, mengatakan, pengemis yang datang sejauh ini masih tergolong sedikit. Saat Imlek Jumat 16 Februari nanti, pengemis dan pengamen yang muncul diperkirakan bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan orang.
“Kalau sekarang mah masih sedikit, nanti deh kamu lihat ketika Imlek, itu halaman penuh sampai di parkiran,” ucapnya.