Selasa (2/11) harusnya dirayakan dengan bahagia oleh legenda sepakbola Jerman, Gerd Muller di hari jadinya yang ke-75.
Namun penyakit mebuatnya bahkan tidak mampu mengingat hari ulang tahunnya tersebut. Ya, mantanbomber timnas Jerman dan Bayern Munchen tersebut menderita penyakit Alzheimer yang menyebabkannya mengalami penurunan daya ingat.
Uschi Muller, Istrinya, menceritakan bagaimana hari-hari tua Muller dihabiskan saat ini. Uschi menyebut Muller hanya bisa tertidur "sambil menunggu ajalnya datang"
"Dia hampir seharian hanya berada di tempat tidur. Terkadang juga terjaga," katanya saat diwawancara majalah Bild. Muller bahkan sudah tak mampu berkomunikasi lagi dengan orang sekitarnya.
"Sangat indah ketika dia membka matanya. Terkadang dia bisa menunjukkan ya atau tidak dengan menggerakkan bulu matanya. Dia tenang dan damai, saya pikir dia tidak menderita, dia pergi perlahan ke alam baka saat dia tidur," ungkap Uschi.
Pria kelahiran 3 November 1945 tersebut dirawat di sebuah Panti Jompo dan secara rutin dikunjungi oleh Istrinya.
halaman 2 dari 3
Namun penyakit mebuatnya bahkan tidak mampu mengingat hari ulang tahunnya tersebut. Ya, mantanbomber timnas Jerman dan Bayern Munchen tersebut menderita penyakit Alzheimer yang menyebabkannya mengalami penurunan daya ingat.
Uschi Muller, Istrinya, menceritakan bagaimana hari-hari tua Muller dihabiskan saat ini. Uschi menyebut Muller hanya bisa tertidur "sambil menunggu ajalnya datang"
Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa Mulai Malam Ini
- Lengkap Sudah 16 Negara Yang Akan Ambil Bagian di Cabor Sepak Bola Olimpiade Tokyo
- Gundogan Dukung Guardiola untuk Jadi Manajer Timnas Jerman
"Dia hampir seharian hanya berada di tempat tidur. Terkadang juga terjaga," katanya saat diwawancara majalah Bild. Muller bahkan sudah tak mampu berkomunikasi lagi dengan orang sekitarnya.
"Sangat indah ketika dia membka matanya. Terkadang dia bisa menunjukkan ya atau tidak dengan menggerakkan bulu matanya. Dia tenang dan damai, saya pikir dia tidak menderita, dia pergi perlahan ke alam baka saat dia tidur," ungkap Uschi.
Pria kelahiran 3 November 1945 tersebut dirawat di sebuah Panti Jompo dan secara rutin dikunjungi oleh Istrinya.
halaman 2 dari 3
"Dia selalu seorang pejuang, selalu berani, sepanjang hidupnya, dan dia sekarang. Gerd sedang tidur menjelang ajalnya."
Muller merupakan salah satu nama penting dalam sejarah sepakbola Jerman. Dia sukses membantu Jerman juara Piala Dunia 1974 dan Piala Eropa 1972. Kemampuannya mencetak gol juga membawanya menyabet beberapa gelar prestisius seperti Ballon d'Or 1970, sepatu emas Piala Dunia 1970 serta top skor Piala Eropa 1972.
Di Bayern dia sukses memenangkan empat gelar Bundesliga hingga tiga gelar Eropa. Julukannya cukup terkenal hingga saat ini yaitu Der Bomber karena kelihaiannya mencetak gol. halaman 3 dari 3