Merdeka.com - 195 Orang di Semarang dinyatakan terpapar Covid-19 setelah menerima vaksinasi tahap pertama dan kedua. Sebagian besar mereka yang terpapar Covid-19 sudah menjalani karantina terpusat dan di rumah sakit.
"Ada 160 orang terkonfirmasi positif setelah disuntik vaksin pertama dan dari 35 orang yang terkonfirmasi positif setelah disuntik vaksin kedua yakni 31 orang berisiko tinggi dari tenaga kesehatan, selanjutnya lansia, pemerintahan, dan BUMN," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam di Semarang, Rabu (17/3).
Dia mengungkapkan tenaga medis merupakan kelompok yang paling rentan terpapar Covid-19. Namun, para tenaga kesehatan tetap tertib protokol kesehatan meski tidak menutup kemungkinan penularan terjadi saat para tenaga kesehatan ini melepas alat pelindung diri (APD).
"Tenaga medis tidak mungkin tidak pakai masker artinya mungkin 5M-nya, atau pas melepas APD belum sempurna," ujar dia.
Hakam mengingatkan warga yang sudah mendapatkan suntikan vaksin bukan berarti orang menjadi kebal dengan Covid-19. Justru vaksinasi membantu mengurangi risiko Covid-19.
"Jadi walaupun sudah disuntik vaksin, vaksin tidak mencegah. Tapi paling tidak ketika kena maka keluhan pasien gejala ringan dan bisa mencegah angka kematian," ungkap Abdul Hakam. (mdk/gil)
Baca juga:
Ganjar Usul Sopir Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19 Jelang Mudik Lebaran
Kemenkes: 30 Persen Masyarakat Masih Ragu Disuntik Vaksin Covid-19
Kejar Belajar Tatap Muka, 21 Ribu Guru SMA Sederajat di Sumsel Akan Divaksin Covid-19
Hingga 17 Maret 2021, Sebanyak 4.705.248 Orang Telah Divaksinasi Covid-19 Dosis 1
BPOM: Selama Proses Kajian, Vaksin AstraZeneca Direkomendasikan Tidak Digunakan
Kemenkes: Tren Penundaan Vaksinasi Menurun
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami