Masih Yakin Partai Berasas Islam Bisa Moncer di Pemilu jika Tak Ada Kasus Model Ahok?
jpnn.com, JAKARTA - Cendekiawan muslim Prof Azyumardi Azra menilai partai-partai berasas Islam bakal sulit mendulang suara signifikan pada Pemilu 2024.
Penilaian mahaguru di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu didasari argumen bahwa politik identitas sudah mencari, termasuk di kalangan umat Islam.
"Kecenderungan politik identitas itu sudah buyar. Sempat meningkat pada Pilkada DKI, tetapi setelah itu makin terpecah belah," kata Azyumardi Azra dalam kanal Bravos Radio Indonesia di YouTube yang dikutip JPNN.com, Rabu (10/2).
Baca Juga:
Politik identitas sempat menguat saat Basuki T Purnama alias Ahok selaku calon petahana pada Pilkada DKI dianggap menista Islam. Pernyataan Ahok memantik serangkaian aksi unjuk rasa besar-besaran, di antaranya ialah Akai 411 pada 4 November 2016 dan Aksi 212 pada 2 Desember 2016.
Polisi akhirnya menjerat Ahok. Selanjutnya Ahok menjadi terdakwa perkara penghinaan agama dan diganjar hukuman 2 tahun penjara.
Namun, Azyumardi Azra menilai politik identitas itu sudah memudar lagi ketika Prabowo Subianto memilih menggandeng Sandiaga S Uno pada Pilpres 2019. Kala itu Prabowo justru menolak figur ulama sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya.
"Puncaknya ketika Prabowo menolak calon ulama untuk jadi cawapresnya dan mengambil Sandiaga Uno. Ditambah lagi saat Prabowo masuk kabinet. Jadi kekuatan politik identitas itu antara ada dan tidak ada," tutur Azyumardi.
Apakah politik identitas bisa muncul lagi ke depan? Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah ini menyatakan bahwa kondisi itu bisa muncul asalkan ada faktor pemicu seperti kasus Ahok.
BERITA TERKAIT
- DPD RI Bersama Delapan Provinsi Kepulauan Sepakat Membangun Kekuatan Politik
- Golkar Dinilai Telah Bertransformasi Jadi Partai Modern
- Pertemuan Airlangga dan Suharso Langkah Awal Menuju Koalisi Nasionalis-Religius?
- Gugat AHY Cs, Kubu Jhoni Allen Angkat Sengketa Fahri Hamzah Vs PKS
- DPD RI Bertemu Gubernur Lemhanas Bicara Penguatan Sistem Politik Nasional
- Tetap Dukung Prabowo, Gerindra Pilih Abaikan Survei Indikator Politik