Jakarta Kegilaan show Gucci Fall 2018 yang menampilkan para model membawa replika kepala mereka sendiri (dan terlihat sangat realistis) ternyata memberi ide bagi publik untuk meniru show berkesan creepy tersebut menjadi meme yang kemudian mewabah di media sosial. Viralnya parodi Gucci ini berawal dari Eva Chen. Director fashion partnership untuk Instagram ini terinspirasi dari temannya, Yasmin Sewell, yang terlebih dahulu menirukan aksi membawa kepala. Dari situ, Eva mengajak follower-nya untuk melakukan hal serupa, dengan rencana membuat parodi Gucci ini menjadi trend.
Eva Chen
Dengan jumlah follower lebih dari 800K, tidak sulit bagi ibu dua anak ini untuk mendapat banjir feedback. Alhasil, satu per satu follower-nya mulai memamerkan kreativitas mereka ulang show Gucci. Mulai dari membawa kepala orang lain (yang sebenarnya berdiri di samping atau belakangnya), menyertakan kepala anjing peliharaannya, menggunakan stiker selfie Insta Story, ilustrasi, hingga face swap, semuanya menyenangkan untuk disimak. Carline Darjanto, founder brand fashion Cotton Ink, juga terlihat mengikuti parodi ini dengan menampilkan buah hatinya.
Surprisingly, semakin lama semakin banyak yang mengekor aksi ini. Memberi ide bagi Eva untuk memanfaatkan parodi ini sebagai bakti sosial. Dalam waktu 24 jam terhitung dari kemarin (22 Februari), setiap entry parodi Gucci yang men-tag akun Instagram @evachen212 (Eva tidak segan me-repost-nya di Insta Story) akan dinilai sebesar 1 USD. Jumlah uang yang terkumpul nantinya (total 2000 USD) akan Eva donasikan untuk Everytown, gerakan sosial yang sedang berjalan di Amerika yang berjuang untuk melawan gun violence dengan memaksa pemerintah membuat undang-undang baru soal kepemilikan senjata api.
Beberapa hari lalu Amerika kembali dikejutkan oleh tragedi penembakan masal di Marjory Stoneman Douglas High School, Florida yang menewaskan 17 korban dan melukai 14 orang. Aksi serupa terhitung sering terjadi di Amerika. Namun pemerintah seolah tidak mengacuhkan dan hanya berdalih bukan senjata api yang jadi pokok masalah, melainkan ketidakwarasan pemakainya. Jika menggunakan logika, memang harus ada hukum yang mengatur kebebasan membawa senjata api dan keacuhan pemerintah Amerika terlihat lebih bersikap pada produsen senjata itu sendiri.
Sangat bisa dimengerti, mengapa Eva Chen akhirnya menjadikan parodi fashion show Gucci sebagai inspirasi aksi sosial mendukung gerakan gun violence law untuk menjamin keselamatan siswa dan warga Amerika dari penembakan tidak bertanggungjawab. Hope for the best, gerakan ini mampu berkontribusi.