Kirab 1001 Keris, Pusaka Hibah Jokowi Jadi Ikon
Kirab 1001 keris | AKURAT.CO/Wijayanti
AKURAT.CO, Memeriahkan Sura Bulan Kebudayaan, Museum Keris Solo, Jawa Tengah, menyelenggarakan kirab 1001 Keris. Dalam acara tersebut, sebilah keris hibah dari Presiden Joko Widodo ikut dikirab.
Keris tersebut ditempatkan dalam jodang berhiaskan janur kuning dan untaian melati yang diusung oleh para mpu yang mengenakan busana berupa kain putih yang dililit.
Kirab yang diikuti 1.000 peserta ini mengambil rute yang cukup pendek, yakni dari Rumah Dinas Wali Kota Loji Gandrung menuju Museum Keris yang hanya berjarak sekitar 500 meter. Seluruh peserta tampak mengenakan baju adat jawa. Pakaian beskap jawi jangkep bagi laki-laki dan kebaya dengan bawahan kain jarik bagi perempuan. Semuanya terlihat membawa keris beraneka ragam.
baca juga:
- Presiden Sampaikan Peran Penting Keterbukaan Informasi dalam Penangan Pandemi di Hari Penyiaran Nasional
- Mulai April 2021 Jadwal Perjalanan KRL Yogyakarta-Solo Alami Penyesuaian
- Tol JORR II Diresmikan, Jokowi Minta Pemda Tarik Investasi Lebih Banyak
"Seperti namanya Kirab 10001 keris, ada 1001 keris yang dikirab. 1.000 keris dibawa masing-masing peserta, sedangkan satu keris, yakni keris hibah Presiden Jokowi diletakkan di jodang dan ditandu," jelas Didik Sunaryono, Kepala Unit Pelaksana Teknis Museum Dinas Kebudayaan Kota Solo.
Para peserta sendiri, lanjutnya, selain dari unsur Muspida, aparatur sipil negara, kalangan perhotelan, perbankan, siswa sekolah dan mahasiswa.
Kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di bulan Sura dengan tema Bulan Kebudayaan. "Selain kirab ada juga pameran dan workshop pembuatan keris oleh empu," kata dia.
Sedangkan juru kunci Museum Keris, Empu Totok Brojodiningrat, mengatakan keris milik Jokowi tersebut diberi nama Kiai Tengara dan memiliki lima luk atau lekuk yang menyimbolkan Pancasila. Selaij itu memiliki dhapur lar monga, yakni gajah yang memiliki sayap.
"Gajah zaman dulu punya arti simbol Ganesha atau ilmu pengetahuan, sedangkan sayap memiliki maksud melanglang buana. Makna Kiai Tengara sendiri adalah supaya kita selalu siap, selalu tanggap," kata dia.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan selain mewarnai bulan Sura, kirab tersebut juga dimaksudkan untuk mempromosikan Museum Keris yang merupakan satu-satunya museum yang menyimpan berbagai macam keris dari seluruh penjuru Tanah Air.
"Juga untuk menarik minat anak muda untuk tahu seluk beluk keris. Bukan hanya sebagai senjata tradisional, tapi juga mengenal makna dibaliknya. Termasuk filosofi dan proses pembuatannya. Apalagi keris kan warisan leluhur yang diakui oleh UNESCO. Akan lucu kalau anak bangsa Indonesia sendiri tidak tahu keris," ujarnya. []