“Ruang lingkup kesepahaman ini meliputi kegiatan pelatihan, pengembangan, dan penelitian terkait Lean Construction di lingkungan HKI,” ungkap Fatma Dewi Setyowati, Direktur Operasi I HKI.
Fatma memaparkan bahwa kerjasama ini merupakan tindak-lanjut atas penerapan Lean Construction di salah satu bagian proyek HKI yaitu Jalan Tol Trans-Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai seksi 2A.
“Manajemen HKI melihat penerapan Lean Construction di salah satu bagian proyek terbukti membawa efisiensi yang baik, dari situ kami semua sepakat kenapa tidak membawa penerapan metode dan filosofi bekerja ini secara lebih masif dan terstruktur di seluruh proyek yang kami kerjakan,” tambahnya.
Baca Juga:
Sebelumnya, HKI secara nyata sudah menerapkan Lean Construction yang berhasil mempercepat penyelesaian salah satu pekerjaan kritis yakni underpass di STA 28+150 proyek Pekanbaru-Dumai Seksi 2A.
“Dengan menerapkan filosofi Lean Thinking dalam Lean Construction, keterlambatan bisa dipangkas secara signifikan dengan kondisi bahwa ini diterapkan di tengah-tengah proyek sudah ber-progress. Dapat dibayangkan efisiensi dan efektivitas kerja kita jika Lean Construction kita terapkan sejak fase perencanaan proyek untuk proyek-proyek kami di Jalan Tol Trans-Sumatera selanjutnya, kami optimis pasti akan jauh lebih baik lagi,” ungkap Fatma.
Terkait proyek-proyek mendatang di Jalan Tol Trans-Sumatera yang akan dikerjakan oleh HKI adalah salah satunya ruas Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 36,5 km serta ruas Indralaya-Prabumulih sepanjang 65 km.
Sejak tahun 2015 hingga hari ini, HKI terus menorehkan kinerja perusahaan yang mengagumkan. Hingga akhir tahun 2018, HKI tercatat memiliki laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate /CAGR) sampai 143,32 % untuk pendapatan, serta 138 % untuk laba bersih. Hal ini disebabkan dengan semakin besarnya perolehan kontrak dari proyek JTTS yang diamanatkan kepada HKI, sekaligus dibarengi dengan kapabilitas HKI dalam menghasilkan pekerjaan konstruksi jalan tol yang berkualitas tinggi.