CNN Indonesia | Sabtu, 28/09/2019 08:31 WIB
Massa Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI mulai berarak dari sekitar Bundaran Hotel Indonesia dan Jalan MH Thamrin menuju Istana Negara pada Sabtu (28/9) pagi. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizky Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI mulai berarak dari sekitar Bundaran Hotel Indonesia dan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, menuju Istana Negara pada Sabtu (28/9) pagi.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, kebanyakan dari massa mengenakan baju putih, peci, serban, kerudung panjang, dan gamis. Beberapa di antara mereka ada pula yang mengenakan pakaian hitam ala jawara Betawi.
Mereka membawa atribut bendera berukuran kecil hingga besar berwarna hitam dan putih yang bertuliskan kalimat tauhid.
Lihat juga: Polda Metro Jaya Terima Pemberitahuan Aksi Mujahid 212
Tak hanya itu, beberapa di antara mereka turut membawa spanduk-spanduk berisi berbagai tuntutan kepada pemerintah, seperti "Pidanakan Korporasi Pembakar Hutan", "PKI dan Komunisme Musuh Utama Pancasila", dan "Hentikan kriminalisasi ulama dan tokoh masyarakat".
Terlihat pula dua mobil komando milik Front Pembela Islam (FPI) dalam aksi tersebut. Mobil itu sudah hadir di sekitar Bundaran HI sejak pagi.
Jalan MH Thamrin sendiri belum ditutup. Lalu lintas di jalan tersebut pun masih lancar di kedua arahnya.
Lihat juga: Panitia Ganti Nama Parade Tauhid Jadi Aksi Mujahid 212
Aparat keamanan gabungan TNI/Polri pun sudah bersiaga sejak tadi pagi. Di sekitar Jalan MH Thamrin sudah ada ratusan yang berjaga.
Demonstrasi ini diinisiasi olehPersaudaraan Alumni 212 (PA 212), FPI,dan ormas-ormas Islam lainnya yang tergabung dalam Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI.
Sebelumnya, Ketua Panitia Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI, Edy Mulyadi, menegaskan bahwa umat Islam ingin ikut serta dalam arus pengubahan.Ia pun meminta umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk ikut dalam Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI.
Lihat juga: PA 212 Kerahkan Massa Sujud Syukur Usai Jumatan di Istiqlal
"Kita ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan bagi Indonesia yang lebih baik bagi NKRI yang berdaulat, yang kokoh dan berdaulat. Bagi NKRI yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia," ucapnya. (rzr/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Ketua SETARA Institute Hendardi menilai upaya pencegahan aksi terorisme memerlukan partisipasi dari masyarakat, tidak hanya aparat.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER