Sepakbola sudah menemani kita sampai saat ini. Bagi para kaum laki-laki, sepakbola merupakan hobi sekligus kesenangan yang mampu membentuk komunitas. Sepakbola sudah ada sejak kita masih kecil, bahkan dari masa sebelum kemerdekaan Indonesia kita sudah mengenalinya.
Maraknya berkembang sepakbola dalam Indonesia, tanah air kita ini sampai membuat liga tersendiri untuk Indonesia. Seperti contohnya Piala Presiden 2017 lalu yang digela oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diselenggarakan pada 4 Februari 2017 dan berakhir pada 12 Maret 2017. Pertadingan ini diikuti klub-klub Indonesia yang terdiri dari 5 grup dan dimenangkan oleh Arema FC.
Sepakbola Indonesia memang memiliki prestasi yang kurang di level Inernasional, namun masih seru untuk kita bahas. Terutama, untuk sejarah sepakbola Indonesia yang wajib kamu ketahui.
Sepakbola Di Indonesia
Sepakbola baru pertama kali diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1914, saat Indonesia masih dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda. Dalam proses penjajahan tersebut, terjadi petukara budaya antara orang Eropa dan Hindia Belanda, terutama orang Tionghoa dan Bumiputera. Memang negara asal sepakbola adalah Inggris, namun yang memperkenalkan sepakbola ke Indonesia adalah Belanda. Karena Belanda merupakan anggota dari FIFA, mereka pun membawa kebudayaan bermain sepakbola ke Indonesia saat sedang menjajah.
Sepakbola mendapat perhatian dari masyarakat, sehingga permainan olahraga ini cepat menyebar di negara kita. Permainan ini bisa dibilang cabang olahraga yang merakyat, disukai banyak kalangan. Meski Indonesia memiliki berbagai macam suku dan budaya, namun dalam sepakbola tidak ada perbedaan dalam ras, suku dan budaya apapun bebas bermain sepakbola tanpa memandang perbedaan.
Perkembangan sepakbola Modern Indonesia dimulai dengan terbentuknya PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) pada 19 April 1930 di Yogyakarta dan diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Pada masa kepemimpinan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi sepakbola Indonesia cukup baik, bahkan sempat bersaing dalam kompetisi Internasional. Sayangnya sejak meninggalnya Soeratin Sosrosoegondo, prestasi sepakbola Indonesia kurang memuaskan. Meskipun begitu, PSSI masih berdiri hingga kini, meskipun didirikan pada masa penjajahan.
Salah satu cara yang dilakukan PSSI untuk mengembangkan sepakbola Indonesia adalah dengan memperluas kompetisi pertandingan sepakbola dengan menyelenggarakan liga-liga menarik. Namun sayangnya perkembangan sepakbola di Indonesia masih kurang baik, bahkan peringkat FFA pun menempatkan Indonesia pada peringkat bawah.
Meskipun begitu, sepakbola Indonesia masih terus berkembang meski perlahan. Dengan dukungan dari pemerintah dan bermunculannya banyak pemain muda Indonesia yang berbakat, kita harus yakin perkembangan Indonesia dalam dunia sepakbola akan semakin maju.
Sepakbola Semakin Besar Di Indonesia
Bagaimana sepakbola bisa semakin besar di Indonesia? Salah satu faktor utamanya karena permainan ini bisa dimainkan dimana saja. Dulu, Indonesia masih punya banyak tanah kosong, sehingga anak-anak jaman dulu mudah menemukan tempat untuk bermain sepakbola. Tinggal membuat gawang, tidak perlu tiang, bisa menggunakan tanda seperti batu ataupun sendal, lalum mencari sesuatu yang seperti bola, dan sepakbola sudah bisa dimainkan.
Sampai saat ini sepakbola masih mudah dimainkan. Meskipun tanah lapang sudah semakin jarang ditemukan, namun sepakbola masih bisa dimainkan di tanah parkiran dan bermain sepakbola dalam ruangan yang dikenal dengan nama futsal.
Sudah panjang perjalanan Indonesia dalam mengembangkan sepakbola. Semoga saja akan terus berkembang meskipun belum bisa mencapai kelas Internasional. Setidaknya, Indonesia masih bisa bersaing dalam wilayah Asia Tenggara.
Demikian sedikit cerita mengenai perkembangan sepakbola dalam Indonesia sehingga sekarang ini dikenal oleh banyak kalangan masyarakat. Semoga informasi ini bermanfaat untuk menambah wawasan kamu dalam mengenal sepakbola.
Thank’s Informasinya. 🙂
HAH ?
WADUH