Ini Argumen Rocky Gerung Untuk Sindir dan Skak Mati Pelapornya Terkait Kitab Suci Fiksi
Ini Argumen Rocky Gerung Untuk Sindir dan Skak Mati Pelapornya Terkait Kitab Suci Fiksi
"Jadi fiksi itu baik, dipertandingkan, dikasih hadiah fiksi kok. Jadi kita ada di dalam kekacauan, karena kita digoda untuk mencari delik. Itu soalnya tuh. Berupaya untuk kalau bisa dalam 2 detik saudara Rocky Gerung deliknya 3 kali itu," ucap pria yang gemar mendaki gunung itu.
"Nah itu kehangatan berwarganegara itu hilang. Jadi saya nguping tadi di twitter ujaran dari Fahri Hamzah. Memang jalan tol itu tidak mempersatukan, justru membelah keakraban warga negara," ucap Rocky Gerung.
Pembahasan Rocky Gerung soal jalan tol ini dipotong oleh Jack Boyd Lapian.
Jack Boyd Lapian menganggap hal itu tak nyambung dengan pembahasan mengenai kitab suci fiksi.
Berikutnya Rocky Gerung menyebut bahwa jika hendak melapor, sebaiknya membaca lebih dulu literatur dimana orang hidup dengan ketegangan, tapi hanya dalam rangka satire.
"Kalau ditanya neraka itu apa, kalau saya jawab neraka itu tambang batu bara karena panas, imajinasi saya itu. Orang 1000 tahun di belakang ngga tahu apa itu batu bara, makanya imajinasinya lain," ucap Rocky Gerung.
"Kalau saya tanya sama milenial 10 tahun ke depan ketika batubara habis, dia nggak bisa imajinasi tentang batubara. Neraka itu korslet listrik. Dia berhak berimajinasi," jelas Rocky Gerung.
"Kalau ada yang bilang neraka itu semacam gorong-gorong. Yah itu buruk, tapi biasa saja bagi mereka yang suka selfie di gorong-gorong," tambah Rocky Gerung.
"Jadi kita dibiasakan untuk pakai satire untuk menggambarkan keadaan," ujar Rocky Gerung.
"Jadi kalau kita mau belajar sedikit ilmu fisika, kita mau berimajinasi kapan katastrofi yang disebut kiamat itu tiba. jadi kalau kita bicara alam semesta berkembang. Maka saya bayangkan kalau surga itu adalah akhir dari alam semesta. bisa dihitun nggak, bisa secara matematik," ucap Rocky Gerung.