TELENEWS.ID – Berita mengejutkan datang dari Bos Po Blue Star, yang ditemukan meninggal dunia di kantornya dengan posisi tergeletak di dekat meja kerja. Hal ini memicu banyak spekulasi meninggalnya, hingga ditemukan akibatnya adalah keracunan obat nyamuk.
Bos Pol Blue Star Fauzi Hamzah usia 52 tahun warga Tamansari, Jakarta barat, ditemukan sudah tidak bernyawa dikantornya yang berada di jalan Ahmad Yani, Kota Semarang. Korban ditemukan Karyadi (46) yang merupakan cleaning service perusahaan pada Rabu (10/3/2021) pukul 15.15 WIB.
Korban memang dalam kunjungan di beberapa cabang Po Bus Blue Star dan datang pada Senin (8/3/2021) dalam kondisi baik-baik saja. Penyebab kematian korban dipaparkan oleh Kompol Untung Kistopo, Kapolsek Semarang Selatan pada Kamis (11/3/2021) setelah melihat tempat kejadian perkara.
“Benar korban meninggal akibat keracunan obat nyamuk bakar, ini sudah jadi kebiasaan korban menggunakan itu. Menurut keterangan, korban merasa ada yang aneh dan meminta dicarikan kelapa hijau dan meminta ditinggal sendiri” ujarnya.
Hal ini memancing tanya, bagaimana bisa obat nyamuk bakar menjadi penyebab kematian, bahkan dikatakan keracunan asap obat nyamuk. Dilansir dari Alodokter, obat nyamuk bakar cukup berbahaya karena mengandung banyak bahan yang tidak ramah untuk pernapasan, apalagi untuk anak-anak.
Zat berbahaya yang terkadung dalam obat nyamuk bakar seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, nitrogen, formaldehida dan sulfur dioksida. Dimana diketahui karbon monoksida dapat menyebabkan kematian akibat keracunan, hal ini diakibatkan pencemaran udara.
Biasanya akan muncul tanda-tanda awal seperti pusing, mual, sesak napas ringan, iritasi pada mata (terasa pedih), sakit kepala hingga napas tersenggal. Jika muncul gangguan tersebut, sebaiknya tidak mengabaikan begitu saja, apalagi jika terjadi pada anak.
Berikut ini beberapa gangguan kesehatan kronis yang bisa diderita akibat terlalu sering menggunakan obat nyamuk bakar :
- Keracunan Karbon Monoksida
Keracunan karbon monoksida juga bisa menimbulkan gejala beragam, gejala ringan yang mungkin muncul adalah sakit kepala, pusing secara mendadak, sesak napas hingga mual dan muntah. Selain itu akan timbul detak jantung berdebar lebih kencang hingga nyeri di dada.
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Gejala munculnya infeksi ISPA seperti batuk berlebihan dan tidak kunjung sembuh, pilek dan hidung tersumbat, sering pusing, demam tinggi, sakit tenggorokan dan mengalami sesak napas. Penyebab ISPA lain dari penggunaan obat nyamuk bakar karena adanya kandungan formalin atau formaldehida yang dapat memicu penyakit asma. Selain itu kandungan Sulfur Dioksida pada obat nyamuk bakar dapat menyebabkan memperburuk penyakit pernapasan seperti bronkitis.
- Kanker Paru
Penelitian yang dilakukan universitas swasta di Indonesia mendapatkan hasil, penggunaan obat nyamuk bakar secara rutin seperti 3 kali dalam seminggu, dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru, jika dibandingkan mereka yang tidak menggunakan obat nyamuk bakar. Hal ini karena ada kandungan formalin pada obat nyamuk bakar yang dapat memicu penyakit kanker paru tersebut, selain itu bisa terjadi komplikasi seperti kanker nasofaring (saluran pernapasan). (Chairunisa)