SACRAMENTO, KOMPAS.com - Pengalaman seorang dokter Yahudi yang alami stres selama pandemi Covid-19 dan pertemuannya dengan pasien rasis pemilik tato Nazi yang menguji sikap profesionalnya.
Dr Taylor Nichols tak terbayangkan akan bertemu merawat seorang pasien Covid-19 dengan kulit yang ditutupi tato Nazi, lambang swastika besar di dadanya.
Pasiennya tersebut dalam kondisi kritis saat dibawa oleh ambulans ke ruang gawat darurat rumah sakit.
Pasien itu sempat meminta Nichols untuk tidak membiarkannya meninggal.
Nichols dan timnya, yang terdiri dari seorang perawat kulit hitam dan terapis pernapasan dari Asia, bersiap untuk melakukan intubasi kepada pasien, untuk menghindari petugas medis terkena tetesan infeksi Covid-19.
Baca juga: Terlibat Kasus Pedofil Terbesar di Perancis, Dokter Bedah Dipenjara 15 Tahun
Namun, Nichols bertanya-tanya, apakah pria dengan tato Nazi itu akan peduli dengan hidupnya, jika peran mereka dibalik. Dia ragu-ragu.
"Pandemi telah melanda saya, dan doa saya tidak memiliki dampak yang sama saat ini," tulis Nichols di Twitter awal pekan ini.
"Selama ini berjuang melawan 'angin sakal', 'gladiator di dalam lubang'. Dan aku menyadari bahwa mungkin aku tidak baik-baik saja," ucap Nichols seperti yang dilansir dari CNN pada Jumat (4/12/2020).
Kepedulian dan komitmen kepada pasiennya yang dibutuhkan Nichols untuk melakukan pekerjaannya telah memudar selama pandemi, katanya kepada CNN dalam penampilan pada Jumat di "New Day".
Baca juga: Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo
Kemudian, dia bersyukur dapat bangkit dari keraguannya terhadap tanggung jawabnya sebagai dokter.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan