CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 12:55 WIB
Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komunitas disabilitas bereaksi terhadap pernyataan calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin dalam acara peresmian posko dan deklarasi relawan yang mengatasnamakan Barisan Nusantara (Barnus) di kawasan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11) lalu.
Dalam acara itu Ma'rufmenyindir pihak-pihak yang kerap mengkritik kinerja Presiden Jokowisebagai orang-orang budek (tuli) dan buta. Forum Tunanetra Menggugat menganggap pernyataan Ma'ruftersebuttelah mencederai perjuangan kaum disabilitas.
"Bagi kami pernyataan KH Ma'ruf Amin sangat memprihatinkan. Ketika kita sedang berjuang melawan stigma, justru menjadi objek. Ini juga sangat ironis ketika kita berjuang melawan stigma, justru ada yang mencoba menenggelamkan kita dalam posisi negatif," kata juru bicara Forum Tunanetra Menggugat, Suhendar di kantor kesekretariatan Ikatan Alumni Wyata Guna (IAWG) Bandung, Senin (12/11).
Ma'rufdalam rilis yang diterima CNNIndonesia.commemberikan klarifikasi atas kata budek danbuta yang ia gunakan.Ma'ruf menyatakan semua yang dia katakan sudah ada di dalam Alquran. Yang dimaksudnya adalah 'ṣummum, bukmun, 'umyun', yang tertera di surat QS al-Baqarah (2):18.
Lihat juga: Ma'ruf Sebut Cuma Orang 'Budek-Buta' Tak Tahu Prestasi Jokowi
"Artinya orang yang tak mendengar, orang yang tak mau melihat, yang tak mau mengungkapkan kebenaran itu namanya bisu, budek, buta," papar Kiai Ma'ruf.
"Jadi itu bahasa 'kalau' ya. Saya tak menuduh orang, atau siapa-siapa. Saya heran, kenapa jadi ada yang tersinggung. Tak menuduh dia, kok," katanya menambahkan.
Lebih lanjut Ma'rufmenyatakan perkataannya itu tidak dalam konteks buta dan tuli secara fisik.
"Tak ada konteks buta (fisik). Saya cuma bilang, yang tak mengakui itu kayak orang buta karena tak mau melihat. Kayak orang budek karena tak mau mendengar. Kayak orang bisu yang tak mau ungkapkan kebenaran. Itu saja sebenarnya. Kalimat itu juga biasa bunyi di Alquran. Lihat saja di Alquran kalau tak percaya," urai Kiai Ma'ruf.
Berangkat dari klarifikasi itu,Suhendarberharap kegiatan berpolitik bisa dilaksanakan tanpa harus menyudutkan kelompok atau individu.
Lihat juga: Ma'ruf Gerilya di Banten, Sandiaga Blusukan di Riau
Di tempat yang sama, Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Yudi Yusfarsudah mengetahui klarifikasi Ma'rufsoal pernyataan budek dan buta. Namun dia menilai apa yang dikatakan Ma'rufterlalu jauh.
Ia menjelaskan kaum disabilitas bukan orang yang tidak tahu situasi bangsa. Lebih lanjut Yudiberharap ke depan para calon presiden maupun wakil presiden dalam Pemilu 2019, lebih mengedepankan penggunaan kalimat yang elegan dalam menyampaikan orasi politiknya.
"Kami berharap khususnya kepada KH Ma'ruf Amin, tolong memilih diksi yang menyejukkan hati rakyat supaya tidak terjadi kontroversi di masyarakat," jelasnya.
Lihat juga: Ma'ruf Soal Aduan ke Bawaslu: Memangnya Saya Punya Tanah?
Terpisah, anggota DPR RI Fraksi Gerindra Rahayu Saraswatimengatakandisabilitas tidak bisa menjadi tolak ukur kemampuan intelengensi seseorang dalam menangkap informasi.
"Saya mengingatkan kita telah memiliki UU Disabilitas, sebuah langkah maju memberi perlindungan kepada penyandang disabilitas. Jangan kita mundur ke belakang hanya karena kepentingan politik," ujarnya merespons pernyataan Ma'ruf.
Sara lalu mengajak elite politik membuka memorinya untuk mengingat penyelenggaraan olahraga Asian Paragames di Jakarta beberapa waktu lalu.
Penyelengaraan itu menunjukan seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama dalam mendukung penyandang disabilitas dalam berekspresi di segala sektor, termasuk olahraga.
"Mereka (penyandang disabilitas) punya hak berekspresi di sektor pemerintahan, sosial dan lain-lain. Itu perlu dukungan semua pihak, tapi tidak dengan menjadikan kekurangan mereka sebagai stempel untuk perilaku negatif," kata Sara. (wis/wis)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Jubir Satgas Covid-19 Wiku mencatat kasus di Indonesia telah menurun signifikan dalam 2 bulan terakhir, sehingga dia tak ingin upaya ini sia-sia.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER