KOMPAS.com - Membicarakan Presiden Ketiga RI, BJ Habibie seolah tak ada habisnya. Ada saja yang bisa kita kagumi dari sosok "bapak teknologi" ini.
Salah satunya, perkara gelar yang dimiliki oleh BJ Habibie, yaitu Dr Ing. Gelar Dr Ing merupakan gelar doktor di bidang ilmu teknik yang berlaku bagi lulusan Jerman.
Dalam buku 50 Kisah Sukses & Inspiratif Diaspora Indonesia Lintas Negara, Lintas Bidang (2014) disebutkan, BJ Habibie berhasil memperoleh gelar Dr Ingenieur itu setelah menamatkan pendidikan doktor di Jerman pada tahun 1965.
Kampus tempatnya mendapatkan gelar itu adalah Technishule Die Facultaet Feur Mashinenwesen Aachean, Jerman.
Tak hanya itu, Habibie juga berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Perlu diketahui, tidak sembarang orang yang mendapat status itu.
Baca juga: Ilmuwan Diaspora dan Menanti Lahirnya Habibie-Habibie Baru
Parameter penilaiannya antara lain dilihat dari masa studi, kualitas dan pengaruh hasl riset, penghargaan yang diperoleh, dan jumlah jurnal yang diterbitkan.
Salah satu penemuan penting Habibie adalah keberhasilannya dalam memecahkan persoalan penstabilan konstruksi di bagian ekor pesawat yang dihadapi oleh perusahaan MBB (Messerschmitt Bolkow Blohm).
Permasalahan yang telah dihadapi oleh MBB selama tiga tahun itu diselesaikan Habibie dalam waktu enam bulan.
Penemuan tersebut kemudian dikenal dengan teori, faktor dan metode Habibie.
Sebagai imbalannya, Habibie diangkat menjadi wakil presiden dan direktur teknologi MBB.
Jabatan itu merupakan jabatan tertinggi yang pernah didapat oleh orang asing di masa itu.
Sebelum memperoleh gelar Dr Ing, Habibie juga berhasil menyandang gelar Diploma Ing dengan predikat cumlaude pada tahun 1960.
Gelar itu diperolehnya dari Rhein Westfalen Aachen Technische Hochscule Jerman di bidang Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi Pesawat Terbang.
Dengan gelar tersebut BJ Habibie kemudian bekerja di industri kereta api Jerman, Firma Talbot.
Di tempat ini juga Habibie berhasil mengaplikasikan cara-cara membuat konstruksi sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon.
Prestasi Habibie ini terus menjadi inspirasi anak-anak bangsa Indonesia untuk berkarya sepertinya. Inspirasi ini terus terkenang meski BJ Habibie telah berpulang.
Seperti diketahui, Presiden RI ke-3 tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (11/9/2019) di RSPAD Gatot Soebroto.
BJ Habibie kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlwan (TMP) Kalibata, Kamis (12/9/2019) pada pukul 13.30 WIB.
Baca juga: Ada Pesawat Kertas di Makam Habibie
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan