TELENEWS.ID – DKI Jakarta telah menyetujui anggaran Rp 1,65 triliun yang akan dialokasikan untuk program vaksinasi Covid-19. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2021.
Dari anggaran tersebut, Rp 3,2 triliun diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) pada APBD 2021.
“Kita menggelar Rapimgab (rapat pimpinan gabungan) setelah gubernur menyampaikan surat kepada DPRD dengan nomor 472/1.713 tanggal 30 Desember 2020,” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang dikutip dari laman dprd-dkijakartaprov.go.id, Minggu (3/1/2020),
Selain pelaksanaan program vaksinasi Covid-19, anggaran BTT DKI Jakarta juga digunakan untuk bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 1,55 triliun, rinci pria yang akrab disapa Pras tersebut.
Baca Juga : Pemerintah Kurangi Subsidi, Iuran BPJS Naik Mulai Januari 2021
“Pengalihan anggaran BTT ke Dinas Kesehatan sebesar Rp 1,65 triliun dan ke Dinas Sosial Rp 1,55 triliun,” ujar politikus PDIP tersebut.
Di kesempatan yang berbeda, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumatri menjelaskan bahwa anggaran dana tersebut sejalan dengan pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020.
“Selain itu juga merujuk dari Surat Edaran Mendagri nomor 910/6650/SJ yang diterima pada 8 Desember 2020 kemarin dan harus dianggarkan pada perangkat daerah yang melaksanakan urusan kesehatan yakni Dinas Kesehatan DKI,” tutur Edi.
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, bansos bagi warga terdampak Covid-19 akan diberikan dalam bentuk tunai sebesar Rp 300.000 untuk setiap penerima. Hal ini juga sesuai kesepakatan antara Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat.
Penyaluran dana bantuan akan melalui Bank DKI yang mentransfer uang bansos tersebut selama 6 bulan bertahap. Rencananya, penyaluran dimulai pada Januari 2021.
“Alhamdulillah semua sepakat bansos 2021 dalam bentuk sosial tunai. Jadi dalam bentuk uang nanti akan disampaikan langsung kepada warga yang mendapatkan bantuan,” ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (18/12/2020).
Jumlah penerima BST tidak akan berbeda jauh dengan jumlah penerima pada tahun 2020, menurut Ariza. Meskipun begitu, Ariza memprediksi jumlah penerima berkurang karena aktivitas ekonomi masyarakat sudah mulai berjalan.
Terhitung ada 2,4 juta keluarga miskin dan rentan miskin terdampak Covid-19 di Jakarta pada tahun 2020. Dengan rincian, 1,1 juta keluarga menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, dan 1,3 juta keluarga lainnya menjadi tanggung jawab Kemensos.
Pemprov DKI Jakarta akan mengalokasikan kurang lebih Rp 1,98 triliun untuk bansos 2021 selama 6 bulan ke depan, jika jumlah penerima bansos sama seperti tahun 2020. (MG)