"Optimisme pasar terhadap hasil negosiasi dagang AS dan Tiongkok bisa mendorong penguatan rupiah hari ini. Harapan adanya kesepakatan BREXIT juga membantu penguatan rupiah," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendraa kepada SINDOnews di Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Dia menambahkan, pasar masih memantau perkembangan kedua peristiwa ini. Bila sesuai jadwal, Presiden Trump akan bertemu dengan wakil PM Liu He untuk menandatangani kesepakatan (Itu bila negosiasi memang berjalan lancar). "USD IDR berpotensi bergerak di Rp14.070 hingga Rp14.170 per USD," jelasnya.
Sebelumnya rupiah sesi siang, Kamis (10/10/2019) tampil perkasa untuk melanjutkan perlawanan sejak sesi pembukaan pagi tadi. Penguatan rupiah mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berdiri kokoh di zona hijau.
Baca Juga:
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan pada zona hijau di level Rp14.157/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah rebound dari posisi sebelumnya Rp14.182/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi I perdagangan hari ini juga kembali perkasa pada level Rp14.149/USD. Lonjakan mata uang Garuda cukup besar bila melihat sesi perdagangan sebelumnya Rp14.195/USD.
(akr)