VIVA – Tokoh Front Pembela Islam, Novel Bamukmin, menengarai kerja rekayasa intelijen dalam peristiwa penempelan bendera berlafaz kalimat tauhid di rumah Rizieq Shihab di Mekah, Arab Saudi.
Novel mencurigai itu berdasarkan beberapa alasan. Pertama, Rizieq bahkan tak tahu orang yang memasang atau menempelkan bendera yang diasosiasikan juga sebagai bendera Hizbut Tahrir itu di rumahnya. Lagi pula, tak mungkin Rizieq memasangnya sementara dia tahu itu bisa membuat masalah di Saudi.
Kedua, kata Novel, peristiwa itu berkaitan erat dengan beberapa kriminalisasi terhadap Rizieq di Indonesia, misal, kasus obrolan mesum pada aplikasi percakapan Whatsapp, kasus dugaan penodaan Pancasila, dan lain-lain. Tujuannya jelas, menurutnya, untuk membungkam Rizieq.
“Ini ada intelijen hitam untuk membungkam Habib Rizieq, karena Habib Rizieq masih bisa memberikan instruksi meski di Arab Saudi, agar Habib Rizieq tidak bisa memberikan instruksi kepada umat,” kata Novel dalam perbincangan dengan tvOne dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi pada Jumat, 9 November 2018.