"Tiba-tiba ada sosok satu orang, namanya Gajah Mada, datang kemudian berantem sama ini preman. Preman ini terbunuh, kira-kira masyarakat ini senang nggak? Pasti seneng, terbebas dari narkoba, terbebas dari premanisme, terbebas dari caci maki hate speech yang dilakukan oleh preman kampung ini. Nah, kan kita dan preman ini sudah lama dia menganiaya, mengancam warga di situ, dari semenjak tahun '98, misalnya, preman itu ada di kampung itu, sampai sekarang 2020. Coba, bagaimana perasaannya sebagai warga Jakarta, terus kita biarkan, nggak ada," sambungnya.
Sebagai Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran bertanggung jawab atas keamanan masyarakat. Ia menyebut akan menindak tegas ormas-ormas penyebar kebencian.
"Nah itulah, saya selaku Kapolda memiliki tanggung jawab untuk melawan yang begini-gini, jangan sampai nanti masyarakat kesel sama saya, ini gimana sih Kapolda diem-diem aja. Ada preman, ada bandar narkoba, ya toh, ada yang tiap hari mengancam, memfitnah, menyebarkan rasa permusuhan, didiemin. It's now or never. Kalau kita harus menang menghadapi yang perilaku-perilaku yang seperti ini, ya. Marwah negara ini harus kita jaga, tidak boleh ada satu pun kelompok yang merasa dirinya di atas negara," tandasnya.
(mei/fjp)