"Banyak netizen China menunjuk pidato tersebut ditujukan kepada netizen AS padahal negara itu memainkan peran sebagai agresor dalam perang," tulis artikel di media Partai Komunis China, Global Times.
"Serangan" tersebut mencerminkan ketegasan Beijing di luar negeri dan kepekaan China yang abadi tentang Semenanjung Korea.
Ditanya tentang kontroversi tersebut, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, berkata, "Apa yang ingin saya katakan adalah bahwa itu harus menjadi tujuan bersama kita untuk mengambil sejarah sebagai cermin, menghadapi masa depan, menghargai perdamaian dan mempromosikan persahabatan."
Sejak Perang Korea, Beijing telah membantu menopang Korea Utara yang terisolasi dengan pemberian minyak dan bantuan lain untuk menjaga penyangga antara China dan Korea Selatan yang bersekutu dengan AS.
Grup penggemar online China menuntut permintaan maaf dari BTS dan menyerukan boikot atas album dan acara promosi yang akan datang.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Perang Korea Dimulai, Tewaskan Jutaan Warga Sipil dan Militer
Produk terkait BTS raib pekan ini dari toko online Samsung Electronics dan merek olahraga FILA di situs web e-commerce China termasuk TMall dan JD.com dari Alibaba Group.
Pihak BTS belum memberikan tanggapan tetapi penggemar Korea Selatan bereaksi dengan marah.
"Penggemar BTS (itu) dari berbagai dunia, jadi bully dari China akan diketahui oleh seluruh negara yang ambil bagian pada perang Korea," ujar Johnny Kim, seorang insinyur Korea Selatan.
Perselisihan itu muncul jelang debut pasar saham perusahaan manajemen BTS, Big Hit Entertainment, Kamis besok (15/10/2020).
Kritikus pemerintah paling terkemuka di Hong Kong, Joshua Wong, mengkritik Beijing karena "memprovokasi kemarahan dan perpecahan yang tidak berdasar."
“Masih banyak veteran Perang Korea di seluruh dunia, termasuk yang berasal dari Amerika Serikat, jadi tidak masuk akal bagi China untuk meributkan hal ini,” kata Min-seong Lee, seorang mahasiswa di Seoul.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan