Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan, Anda setuju dengan penggunaan mereka. Pelajari selengkapnya, termasuk cara mengontrol cookie.
Iklan
Bali memang dikenal sebagai pulau yang sangat indah dan menjadi salah satu tujuan para wisatawan asing maupun domestik untuk berlibur. Selain pantainya yang memanjakan mata, juga budaya dan alamnya, ternyata ada satu lagi yang bikin saya makin cinta sama Bali, yaitu Bamboo School!
Exterior Green School Bali – Indonesia
Pertamanya saya agak kaget, kalo di Bali ada Sekolah Alam seperti ini. Yaa, Green School atau disebut dengan nama Kul-Kul Campus ini berlokasi diantara Denpasar dan Ubud. Atau tepatnya terletak di Desa Sibang Kaja, Badung (sekitar 30 km dari Denpasar).
Jembatan Penghubung di Green School
Green School atau sekolah hijau. Dinamai begitu karena konsep sekolah ini sendiri yang ramah lingkungan dan bangunannya yang rata-rata menggunakan bahan-bahan alam seperti bambu, alang-alang, dan tanah liat. Dirintis sejak tahun 2007 oleh John Hardy, seorang pengusaha jewerly atau perhiasan dan barang mewah dari Kanada yang telah membuka usahanya di Bali sejak tahun 1970-an dan Green School ini Dibangun sejak 2008 silam. hmmm salut deh sama mereka yang punya ide sekeren ini, untuk bikin sekolah yang menyatu dengan alam dan berhasil mewujudkannya!
Papan Penunjuk Arah Ke Green School
Oya, murid-murid yang bersekolah disini ternyata banyak loh, mulai dari pre-school sampai kelas untuk high school. Hmm, jadi gimana rasanya ya belajar di Bamboo School? Kalo yang saya bayangin sih, pasti bakal nyenengin banget nuntut ilmu disini, dekat sama alam, tidak ada polusi, sejauh mata memandang yang diliat pemandangan hijau yang asri, Aaaa….maybe this is the coolest school in Indonesia!! Proses belajar-mengajarnya pun pastifunny banget.
Yuk, sebelum mengenal lebih jauh kita simak beberapa foto eksterior-nya dulu.
Exterior Green School dengan fasilitas lapangan yang luas
Exterior Green School
Bisa dibilang sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah didunia yang menggunakan konstruksi bambu yang ramah lingkungan. Ya bisa kita lihat bambu bertebaran dimana-mana. Hebat ya arsiteknya *Salut*. Selain itu Green School ini tidak menggunakan listrik secara langsung. dari segi pendingin udara, sekolah ini menggunakan kincir angin melalui terowongan bawah tanah. Dan pemasukan listriknya dari hasil Bio-gasyang terbuat dari kotoran hewan. Lanjut, kita lihat-lihat interiornya.
Interior Suasana Ruang Belajar
Suasana Belajar di Kelas
Sekolah Hijau ini memang mengadopsi banyak konsep hijau dalam operasionalnya, lebih dari itu, mereka memang bercita-cita mencetak manusia yang mampu secara lengkap memiliki bekal dalam menjalani kehidupan.
Sekolah yang digagas oleh kelompok internasional dengan background pendidik, environmentalis dan pebisnis ini ingin mengkombinasikan keahliannya untuk mencetak pelajar yang menjadi inspired thinkers, creative problem solvers, mengerti tentang berbagai hal dalam kehidupan, dan mampu menjadi pemimpin di dunia yang selalu berubah dan menantang ini. Pendeknya, mereka-para pelajar-akan tahu segala hal dari organic gardening hingga mendesain website, dari menjalankan bisnis kecil hingga menekan emisi karbon, menjadi orang yang membanggakan dan dapat dipercaya mengelola kehidupan dengan lebih baik di dunia yang semakin kompleks ini. Wiiiih, panjang dan mulia sekali ya cita-citanya ini.
Anak – anak murid yang sedang mengikuti pembelajaran
Suasana Ruang Belajar
Solar Panel
Selain pembelajaran-pembelajaran formal, anak-anak disana juga diajarkan organic gardening. Seperti bermain permainan tradisional, menanam padi, bermain dilumpur, berternak sapi, memetik buah coklat dan banyak lagi. Hal seperti itu tentunya menjadi harapan agar anak-anak tersebut nantinya bisa merawat bumi kita ini agar tidak rusak. Jadi tidak akan ada yang namanya illegal logging karena sejak dini mereka diajarkan bagaimana cara mencintai alam.
Aktivitas Murid
Aktivitas Pembuatan Coklat
Kemudian yang takalah uniknya adalah jembatan bamboo yang membentang di tengah – tengah sekolah, yang dibawahnya mengalir sungai Ayung. Benar – benar Alam ??? Yup… memang itulah salah satu visi dan juga kelebihan sekolah ini… INTERAKSI DENGAN Alam…
Pendingin udaranya tidak lagi memakai Ac, melainkan kincir angin melalui terowongan bawah tanah. Tenaga listiknya menggunakan bio-gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Tambak udang tempat budidaya, sekaligus peternakan sapi. ditambah lagi arena olahraga, laboratorium, perpustakaan, dll.
Para murid diajarkan untuk dekat dengan Alam, mulai dari cara menanam padi, memproduksi coklat sendiri. Semua itu tak lepas dari harapan agar murid – murid mereka mengerti tentang berbagai hal dalam kehidupan dan mampu menjadi pemimpin di dunia yang selalu berubah dan menantang ini.
Pendeknya, mereka-para pelajar-akan tahu segala hal dari organic gardening hingga mendesain website, dari menjalankan bisnis kecil hingga menekan emisi karbon, menjadi orang yang membanggakan dan dapat dipercaya mengelola kehidupan dengan lebih baik, di tengah krisis bumi ini.
Basah – basah Murid
Jalan – Jalan
Belajar Kekompakan Sesama Murid
Harganya ?? jangan ditanya… . orang tua yang mampu menyiapkan uang untuk registrasi $ 500, Uang bangunan tahunan $ 950 dan buat grade I-VI uang sekolahnya setahun $ 7.950 adalah syarat untuk menyekolahkan anaknya di Green School Bali, tidaklah heran bila murid – muridnya sendiri lebih banyak terdiri dari kaum ekspatriat dan orang asing.
Meski begitu, Green School menyediakan beasiswa pendidikan, maklum… sekolah ini baru berdiri 2 bulan lalu.
Di sisi yang lain seharusnya keberadaan Green School menginspirasi pemerintah dan swasta membuat sekolah yang mirip namun lebih affordable dalam biaya.
Sebagai anak negeri, miris rasanya melihat anak – anak bule yang terkenal bersih itu mau bermain – main dengan lumpur dan duduk lesehan di atas tikar, kemudian mampu bercocok tanam, menanam padi, dan membudidayakan udang. Sedangkan kita ? masuk ke lumpur saja mungkin tidak pernah, apalagi menanam padi ? padahal bercocok tanam merupakan identitas bangsa kita sebagai negara agraris.
Andaikata sekolah di negeri ini seperti Green School, mungkin tidak akan ada lagi yang namanya illegal logging, dan pembabatan hutan secara liar, karena sejak kecil mereka telah diajarkan bagaimana cara mencintai Alam.
Nah cukup segitu saja yang bisa saya bagi tentang Green School. Harapan saya sih semoga tempat seperti ini bisa menginspirasi pemerintah untuk membangun sekolah-sekolah yang serupa tapi dengan tarif yang murah. Jadi banyak anak-anak yang bisa menikmati asiknya mencintai alam.
“Our vision is of a natural, holistic, student-centered learning environment that empowers and inspires our students to be creative, innovative, green leaders.” – Green School
Jadi buat yang pingin melihat langsung bisa berkunjung ke Desa Sibang Kaja, Badung, Bali. Atau info lengkap bisa kunjungi websitenyahttp://www.greenschool.org/.