Wacana Sumbar jadi Daerah Istimewa Minangkabau, Rijel Samaloisa: Ancaman bagi Suku Minoritas
Wacana untuk menjadikan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebagai Daerah Istimewa atau DIM masih terus bergulir.
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wacana untuk menjadikan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebagai Daerah Istimewa atau DIM masih terus bergulir.
Tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rijel Samaloisa mengatakan ide dan gagasan tersebut wajar, tergantung perspektif masing-masing.
"Saya melihatnya dari sisi demokrasi. Orang justru menghadirkan sebuah daerah yang terbuka, tapi di Sumbar elit politiknya justru membuat daerah Sumbar menjadi daerah yang ekslusif, bahasa lainnya istimewa," kata Rijel Samaloisa, Rabu (17/3/2021).
Rijel Samaloisa menilai hal itu sebagai sebuah kemunduran tentang demokrasi.
Baca juga: HUT ke-71 Satpol PP dan HUT ke-59 Satlinmas: Alwis Pimpin Upacara di Halaman Kantor Gubernur Sumbar
Baca juga: Wacana Sumbar jadi Daerah Istimewa Minangkabau, Ketua Harian BP2DIM: Banyak yang Gagal Paham
Menurutnya, saat ini yang harusnya dikedepankan ialah agar bisa menampung kelompok-kelompok di luar Minangkabau untuk hadir di Sumbar.
Kemudian, jika dihubungkan dengan posisi Sumbar, termasuk ada suku Minangkabau dan suku/etnis lain termasuk Mentawai, bagi Rijel Samaloisa juga termasuk sebuah penyangkalan.
"Penyangkalan bagi etnis lain, termasuk Mentawai yang ada di Kepulauan. Hal ini tentunya dari sisi budaya yang masing-masing punya keunggulan, seharusnya Sumbar harus melindungi suku Mentawai, tidak lagi membuat semacam wacana menjadikannya daerah Istimewa," tegas Rijel Samaloisa.
Jika terus dipaksakan, kata Rijel Samaloisa, dampaknya bagi Mentawai ialah sebuah penjajahan baru terhadap suku-suku lain yang minoritas.
"Jadi, tidak ada jaminan bagi suku minoritas di luar Minangkabau. Itu konsep, ide, gagasan yang dikembangkan oleh elit politik maupun juga termasuk tokoh masyarakat di Sumbar," jelas Rijel Samaloisa.
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Tokoh Protagonis dan Tokoh Antagonis?
Baca juga: Provinsi Sumbar Diusulkan Jadi Daerah Istimewa Minangkabau, Begini Reaksi Gubernur Mahyeldi
|Jadwal Bioskop Kota Padang Hari Ini Kamis (1/4/2021), Tayang Film IP MAN: Kungfu Master|
|Imsakiyah Ramadhan 2021/1442 H Muna Barat, Sulawesi Tenggara, Jadwal Imsak, Buka Puasa dan Shalat|
|Imsakiyah Ramadhan 2021/1442 H Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur|
|Harga Emas di Pegadaian Padang Kamis (1/4/2021), Satu Gram Emas Antam Turun Rp 9 Ribu|
|UPDATE Corona Sumbar 1 April 2021 Pagi, Ada 31.728 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya|