Medan - Joanda Pratama, 28, terduga anggota jaringan terorisme internasional pimpinan Santoso alias Abu Wardah di Poso, yang diketahui warga Jl Garu II, Kelurahan Harjosari I Medan, dikenal sebagai pemuda berperawakan dingin dan tenang.
"Kita tidak menyangka mendapatkan informasi bahwa yang ditangkap Satuan tugas Tinombala Brimob itu adalah Joanda," ujar seorang warga, Juned kepada SP saat ditemui di Jl Garu II A Gang Mulia Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (18/3) malam.
Juned mengatakan, tidak ada tanda-tanda mencurigakan atas perilaku Joanda selama setahun lebih tinggal di Kelurahan Harjosari I Medan tersebut. Pemuda itu dikenal sebagai orang yang baik, rajin beribadah dan bekerja di tempat fotokopi.
"Saya sendiri memang sudah seminggu lebih tidak melihatnya. Kami memang tidak pernah berbicara. Hanya saja, model orangnya mudah tersenyum saat kita sapa. Dia juga tidak pernah bermasalah, apalagi mengganggu ketenangan warga," katanya.
Nino, 42, seorang ibu rumah tangga tetangga Joanda di Jl Garu II, mengatakan dia sudah lama tidak melihat pemuda tersebut di kampungnya. Dia juga tidak menyangka kalau Joanda anggota jaringan terorisme.
"Tidak ada gelagat mencurigakan saat Joanda tinggal di sini. Orangtuanya tinggal di Mariendal Dalam. Saat tinggal di kampung ini pun, tidak ada orang mencurigakan yang mendatangi Joanda di rumahnya. Kita terkejut mendengar dia ditangkap di Poso," sebutnya.
Seperti yang diketahui, Joanda ditangkap Satgas Tinombala di Dusun Kamiase, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara (PPU), Kamis (17/3) sekira pukul 14.15 WITA. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti atas keterlibatan Joanda sebagai anak buah pentolan teroris di Poso, Santoso.
Sumber: Suara Pembaruan