Saat rapat bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin, menyampaikan pemaparan soal penanganan demonstrasi di Medan pada 8 Oktober 2020 yang berakhir ricuh. Dalam salah satu pemaparan, ditulis bahwa polisi telah mengamankan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Khairi Amri.
"Mengamankan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) an Hairi Amri yang diketahui penyuplai logistik," demikian isi poin ketujuh materi yang dipaparkan Martuani, seperti dilihat detikcom, Senin (12/10/2020).
Martuani juga menjelaskan soal KAMI yang dimaksud dalam materi paparannya yang ditampilkan di hadapan peserta rapat. Dalam materi tersebut, tertulis KAMI yang dimaksud adalah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, koalisi yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin.
"Mengamankan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) An Hairi Amri yang diketahui penyuplai logistik," tulis Martuani dalam poin ketujuh materi paparannya.
Ada Ketua KAMI yang diamankan. Martuani juga menampilkan tangkapan layar isi grup WhatsApp bernama KAMI Medan.
Tangkapan layar itu berada dalam materi yang disertai pemetaan lima kelompok jaringan pelaku anarkis. Kelima kelompok itu disebut sebagai POK KAMI, Klinik Siti Khodijah, 177 Alkom, bom molotov, 722 pelaku unras 30 pelaku anarkis.
Martuani mengatakan Klinik Siti Khodijah menyediakan ambulans. Dia menyebut ambulans itu diduga mengangkut pengunjuk rasa.
"Ada keterlibatan juga klinik Siti Khodijah, mengangkut para pengunjuk rasa dengan ambulans," jelas Martuani.
Usai rapat, Martuani mengatakan polisi sudah mengantongi bukti-bukti dugaan keterlibatan Khairi. Dia mengatakan keterangan lengkap segera disampaikan.
"Sampai saat ini sudah kita buktikan dan kelompok itu memang ada. Nanti keterangan berikutnya mohon waktu," ucap Martuani.
Saat ini Khairi berada di Bareskrim Polri, Mabes Polri. "Ada di Siber (Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri-red)," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi saat dikonfirmasi detikcom.