"Kita harus memiliki jumlah yang sangat sedikit dari para pria dan wanita pemberani yang ditempatkan di Afghanistan sebelum Natal," ucap Trump melalui akun Twitternya, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (8/10/2020).
Trump sendiri telah mengurangi pasukan AS di Afghanistan menjadi sekitar 8.600 dan Taliban telah memegang janji untuk tidak menyerang pasukan AS dan sekutunya, bahkan ketika militan melanjutkan kampanye berdarah mereka melawan pasukan pemerintah.
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus berkurang seiring kemajuan yang dicapai dalam perundingan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban. ( Baca juga: Mei 2021, AS Tarik Seluruh Pasukan dari Afghanistan )
Baca Juga:
- Teleponan dengan Prabowo, Menhan AS Berbelasungkawa atas Serangan Teroris di RI
- Taiwan: Perang Dagang AS-China Meningkatkan Upaya Beijing Mencuri Teknologi
- Epstein Perkosa Wanita di Depan Anaknya, Ancam Korban Dijadikan Santapan Buaya
Sebelumnya, O'Brien mengatakan bahwa ada lebih dari 10 ribu tentara AS di Afghanistan ketika Trump menjabat. "Saat ini, jumlahnya di bawah 5.000 dan itu akan menjadi 2.500 pada awal tahun depan," kata O'Brien.
Sementara itu, bulan lalu, David Helvey, Asisten Deputi Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Indo-Pasifik, mengatakan tidak ada perintah untuk mengurangi angka tersebut menjadi nol sebelum Mei 2021.“Tetapi rencana tersebut tidak dapat dilaksanakan kecuali jika ada persyaratan kesepakatan. dengan Taliban terpenuhi,” katanya. ( Baca juga: Jalaluddin Rumi, Raksasa Afghanistan yang Mempengaruhi Barat )
(esn)